Dibandingkan laki-laki, ada lebih banyak stereotip yang membelenggu perempuan. Salah satu stereotip yang umum ditemukan ialah bahwa perempuan lemah, sedangkan laki-laki kuat. Benarkah demikian?
Pengamat sekaligus Pengajar Kajian Filsafat dan Feminisme, Rocky Gerung, pun ikut bersuara mengenai susahnya menjadi perempuan. Dalam diskusinya bersama Mata Najwa, Rocky Gerung mengatakan bahwa stereotip yang menggambarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan itu lahir di dari aspek sosial, termasuk soal kuat-lemahnya perempuan.
"Female dan male itu beda biologisnya jelas, tetapi laki dan perempuan itu perbedaan yang disodorkan oleh yang sosial. Itu yang merusak, padahal sebetulnya kalau dibilang ya perempuan lemah, laki-laki kuat, itu stereotip kan," ungkapnya dalam Mata Najwa bertajuk "Susahnya Jadi Perempuan" disimak pada Selasa, 6 Juni 2023.
Ia mencontohkan salah satu bukti perempuan lebih kuat daripada laki-laki. Misalnya, dalam hal menstruasi dan melahirkan, Rocky menyebut bahwa laki-laki tidak didesain untuk menahan sakit yang semenderita itu.
"Kalau misalnya (laki-laki) bisa menstruasi, hari ketiga pingsan, jadi laki-laki gak lebih kuat daripada perempuan. Kalau (laki-laki) bisa melahirkan, bukaan keempat meninggal karena kita bukan sebagai pria, tapi sebagai male yang memang nggak dirancang untuk menahan sakit," tambahnya.
"Kalau pain, kita bisa tahan sama-sama tapi penderitaan itu hanya ada pada perempuan. Jadi perempuan jauh lebih kuat dari laki-laki, tetapi peradaban ingin perempuan lebih lemah dari laki-laki, lalu dibikin stereotip," tegasnya lagi.
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati