/
Senin, 12 Juni 2023 | 10:26 WIB
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. (YouTube/tvOneNews)

Calon presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan dibebaskan untuk memilih sendiri calon wakil presidennya (cawapres).

Namun, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago melihat hal yang berbeda. Menurutnya, itu hanyalah basa-basi politik yang diberikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang terdiri atas NasDem, Demokrat, dan PKS.

"Anies diminta menentukan sendiri wakilnya merupakan basa-basi politik, padahal ada satu partai yang ngotot ingin menyodorkan cawapres," kata Pangi kepada tvOne, dikutip Liberte Suara, Senin (12/6/2023).

Menurutnya, ada alasan mengapa hal itu terjadi. Komposisi partai pengusung KPP itu memiliki "saham" yang sama dan setara sehingga tidak ada yang dominan.

"PKS, Demokrat, NasDem punya 'saham' yang sama, kursi yang sama jumlahnya. Artinya, ada kesetaraan ada keadilan sehingga tidak ada yang dominan menjadi veto player untuk menentukan," terang Pangi.

Sementara, Pangi menjelaskan hal yang berbeda dialami PDI Perjuangan pada pemilihan presiden (pilpres) 2024 lalu. 

"Sebagai perbandingan, PDIP menjadi veto player, Ketua Umumnya, Megawati punya 'saham' paling besar sehingga bebas menentuka. Pemilihan cawapres diserahkan kepada Joko Widodo dan Mega saat itu," jelas dia.

Load More