Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengatakan izin yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
"Ketika pertama kali Pak Sandi kulanuwun kepada ketua umum kami, Pak Mardiono saat itu pun beliau sudah mengatakan bahwa kami ini sudah pamit kepada bapak Presiden untuk kulanuwun kepada PPP untuk permisi kepada PPP," kata Romahurmuziy dalam keterangannya dikutip Liberte Suara, Minggu (18/6/2023).
Romy, sapaan akrab Romahurmuziy, bercerita izin yang diberikan kepada PPP. Bukan cuma itu, bantuannya menyasar akar rumput.
"Dan amanat beliau sebenarnya bukan hanya PPP tetapi partai-partai berbasis Islam. Artinya yang disampaikan Pak Sandi itu lebih merupakan konfirmasi sah," jelas Romy.
Alasannya, lanjut Romy, Presiden Jokowi ingin meneruskan legacy-nya untuk para partai politik di Indonesia.
"Artinya yang dilakukan ini sudah sejalan bahwa ini bagian dari upaya Pak Jokowi untuk memastikan agar semua legacy yang multi. Sekarang ini banyak belum selesai jadi itu bisa dilanjutkan," terang Romy.
Yang terpenting adalah keselamatan bangsa, kata Romy. Ini karena nantinya akan meningkatkan daya saing Indonesia yang produktif.
"Karena itu bagian dari upaya meneruskan Indonesia untuk membangun produktivitas nasional," pungkasnya.
Baca Juga: Nggak Perlu Hangout Jauh, Ini 5 Kost di Karawaci Dekat Tempat Nongkrong Paling Hits!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
TPA Jatiwaringin Membara, Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Hanguskan 2 Hektare Lahan Sampah
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!
-
Widodo Buka Jalan Talenta Lokal ke Tim Utama PSIS,8 Pemain Berpeluang Direkrut
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
Mbappe Pimpin Laga Prancis vs Swedia dan Siap Bawa ke Babak 16 Besar
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
DIY Terbitkan Pergub Larangan Sekolah Jual Seragam, Antisipasi Pungutan dan Titipan Vendor