Pengamat politik Yunarto Wijaya mengajak semua pihak menyadari bahwa hubungan yang retak antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat memang mengalami keretakan.
Pertemuan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kata Yunarto, jadi awal komunikasi dari rekonsiliasi politik itu.
"Artinya, kita harus menyadari juga ya persepsi mengenai keretakan antara dua partai ini sudah 19 tahun lalu, dimulai dari tahun 2004 misalnya," katanya kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Senin (19/6/2023).
Ia menilai, akan sulit dipercaya apabila Puan-AHY langsung membahas bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk calon presiden (capres) PDIP Ganjar Pranowo.
"Dan tidak mungkin ketika berbicara mengenai sebuah kerja sama politik apalagi terkait dengan pilpres, penentuan capres-cawapres itu bisa masuk dan diputuskan dalam satu pertemuan," imbuhnya.
"Saya setuju bahwa jangan sampai dihitungnya dengan logika matematika, Mas AHY berbicara apakah bisa jadi cawapres atau tidak, lalu PDI Perjuangan berhitung apakah Ganjar punya pilihan tepat dengan AHY atau tidak," papar Yunarto.
Langkah nyata PDIP dan Demokrat harus diapresiasi lebih dulu, kata Yunarto.
"Ada nilai besar yang bisa didapatkan oleh partai tentang rekonsiliasi dan cairnya hubungan mereka," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Demo Samarinda 21 April Soroti Isu KKN, Polisi Kerahkan 1.700 Personel Gabungan
-
Justin Bieber Kantongi Rp171,4 Miliar di Coachella 2026, Bagaimana dengan BIGBANG?
-
Polemik Mobil Dinas Wali Kota Samarinda: Cacat Kontrak, Pemkot Audit Internal
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
Misi Tiga Poin di Markas City: Mikel Arteta Tolak Strategi 'Parkir Bus'!
-
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 Juta
-
Minta Warga Panipahan yang Aksi Serahkan Diri, Polda Riau Akhirnya Klarifikasi
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat