Politikus Partai Ummat, Helmi Felis mengometnari pernyataan Pengamat Politik Rocky Gerung yang mengatakan potensi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bergabung ke kubu Anies Baswedan.
Rocky menilai hal tersebut tampak dari adanya upaya pertemuan antara Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selama ini dikenal memiliki hubungan kurang baik.
Menurut Rocky, wacana pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Megawati sama sekali tidak terganggu dengan pencalonan Anies.
“Jadi jelas sinyalnya Megawati mau bilang eh Pak Jokowi kita enggak ada soal dengan Anies, kira-kira begitu, mudah dibaca Pak Jokowi ingin menyingkirkan Anies, Megawati justru merangkul partai yang pro Anies, jadi kultur politiknya berubah akhirnya,” ungkapnya.
Selain itu, Presiden Jokowi juga tampak menjatuhkan pilihannya terhadap Prabowo Subianto alih-alih terhadap Ganjar yang telah diusung PDIP.
Menanggapi hal tersebut, Helmi menilai dalam politik apapun bisa terjadi termasuk bergabungnya Megawati ke barisan Anies.
Pasalnya, jika Megawati tidak merapat ke kubu Anies, maka PDIP bisa hancur. Sebaliknya, jika Megawati bergabung ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies, Megawati sama dengan lulus ujian politik.
“Dalam politik bisa aja, bila tidak, bisa hancur PDIP, saya rasa jika Mega masuk Koalisi Perubahan itu artinya dia lulus cobaan politik,” ujar Helmi, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @HelmiFelis_ pada Selasa (20/6/2023).
Loyalis Anies Baswedan ini berpendapat melawan Anies justru bisa berakibat fatal di kemudian hari dan Megawati masih harus menyelematkan hal lain selain partai politiknya.
Baca Juga: Brantas Abipraya Bersinergi dengan KPPU Sosialisasikan Persaingan Usaha yang Sehat
“Melawan Anies terus menerus akan berakibat fatal dikemudian hari. Banyak yang harus diselamatkan Mega selain Partai,” ujar Helmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123