Suara.com - Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) senantiasa mengutamakan tata kelola Perusahaan yang baik dan konsisten untuk mewujudkan Perusahaan yang transparan dan akuntabel. Dengan bersinergi bersama Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Brantas Abipraya menggelar kegiatan Sosialisasi Persaingan Usaha, diikuti tak hanya oleh seluruh Insan Abipraya yang berada di Kantor Pusat, para Insan Abipraya yang berada di proyek-proyekpun turut berpartisipasi.
“Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Brantas Abipraya tentunya akan mendukung persaingan usaha yang sehat. Serta akan terus berkomitmen untuk menyusun Program Kepatuhan Persaingan Usaha sebagaimana tertulis dalam Peraturan KPPU 1/2022,” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.
Ditambahkan Sugeng, untuk memenangkan persaingan di industri konstruksi, Brantas Abipraya mengambil berbagai langkah strategis dengan terus meningkatkan pengembangan di berbagai aspek antara lain; Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Inovasi, Pemasaran, serta Investasi. Brantas Abipraya juga terus berupaya menunjukkan performa kinerjanya dengan mengimplementasikan best practice serta good corporate governance dalam menjalankan operasinya.
Dalam kesempatan ini, KPPU berkesempatan untuk dapat berbagi pemahaman mengenai hukum persaingan usaha bersama Brantas Abipraya.
Dalam sambutannya, Afif Hasbullah, Ketua KPPU berharap Brantas Abipraya selanjutnya dapat menyusun upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran, dan memastikan setiap strategi bisnis yang diterapkan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip persaingan usaha sehat dan menjaga kepatuhan terhadap UU No. 5/1999.
“Saya sangat mengapresiasi bahwa Brantas Abipraya telah melakukan pendaftaran ke KPPU untuk mengikuti program kepatuhan persaingan usaha. Hal ini tentu akan memberikan nilai tambah positif bagi Brantas Abipraya dalam upaya penerapan tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip-prinsip persaingan usaha sehat,” ujarnya.
Dikatakannya juga, KPPU berharap kesempatan sosialisasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan UU No.5 Tahun 1999 dan persekongkolan tender, dari sudut pandang otoritas persaingan usaha. Tak hanya itu, KPPU juga mengharapkan langkah yang sangat baik dari Brantas Abipraya ini, dapat diikuti oleh pelaku usaha lain di industri konstruksi Indonesia.
Meningkatnya tingkat persaingan dalam industri konstruksi Indonesia menjadi sebuah penanda signifikan bahwa Pemerintah terus mendukung perekenomian masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya ingin menyampaikan pada seluruh Insan Abipraya yang hadir pada kegiatan ini, untuk mengetahui secara komprehensif signifikansi kepatuhan persaingan usaha guna mendukung kinerja dan akuntabilitas perusahaan,” imbuh Sugeng.
Tentunya BUMN yang unggul dalam pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) khususnya bendungan ini senantiasa menjaga etika bisnis dan organisasi yang baik dalam rangka mewujudkan reputasi yang kredibel, dipercaya oleh seluruh stakeholder, melaksanakan tata kelola perusahaan secara prudent, serta terhindar dari pelanggaran hukum yang dapat merugikan perusahaan.
Berita Terkait
-
Brantas Abipraya Gelar Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Tingkatkan Talenta SDM
-
Praktik Curang Persaingan Usaha Mengemuka, Masyarakat Diminta Lapor
-
Bakal Suplai Energi Listrik 10 MW, Ini Progres Bendungan Bener Karya Brantas Abipraya
-
Brantas Abipraya Sabet Penghargaan Top Digital Relations Award 2023
-
KPPU Minta Wali Kota Metro Cabut SE Moratorium Pendirian Apotek
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?