/
Rabu, 21 Juni 2023 | 17:07 WIB
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. (Foto: kbr.id)

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengomentari perihal tuduhan Partai Demokrat akan pergi dari Koalisi Perubahan jika ketua umumnya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menjadi calon wakil presiden untuk Anies Baswedan.

Menurut Kamhar, perihal sosok calon wakil presiden untuk Anies sebaiknya didiskusikan di antara partai-partai pengusung yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Itu karena, bukan rahasia lagi jika tujuan semua partai koalisi pengusung Anies yaitu memperoleh kemenangan dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Kita ini mau menang. Kriterianya sudah kita bahas sama-sama. Ayo kita diskusikan,” ujar Kamhar, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored pada Rabu (21/6/2023).

Akbar Faisal kemudian menanyakan perihal peluang Partai Demokrat tetap bertahan di Koalisi Perubahan seandainya AHY tidak dijadikan sebagai calon wakil presiden untuk Anies.

“Artinya terbuka peluang Anda-anda di Partai Demokrat, partainya Pak SBY ini, ini menerima kalau bukan Mas AHY sebagai wakil ya?” tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kamhar menyoroti tuduhan yang kerap dilontarkan bahwa Demokrat akan berbalik jika AHY tidak jadi cawapres Anies.

Ia menilai pihak tersebut sangat resistan terhadap putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Hal itu memunculkan kecurigaan bahwa pihak tersebut yang akan meninggalkan koalisi seandainya AHY justru dipilih Anies jadi cawapres.

Baca Juga: Asnawi Mangkualam Ceritakan Awal Mula Saling Follow dengan Alejandro Garnacho

“Justru ketika ada statement yang menuduh bahwa jangan-jangan kalau bukan AHY Demokrat akan balik kanan, kita juga dengan logika yang sama bisa mempertanyakan kok resistan banget sama AHY? Jangan-jangan kalau mas Anies pilih AHY, elu yang balik kanan,” ujar Kamhar.

Load More