Elite Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando memberikan kritikan pedas terkait dengan sedikitnya wakil rakyat yang menghadiri rapat paripurna baru-baru ini dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan, DKI Jakarta.
Dirinya menyayangkan dari setengah ribu anggota lembaga legislatif tersebut, hanya sekitar sepuluh persen saja anggota yang menghadiri itu secara langsung.
Ratusan lainnya ternyata menghadiri gelaran tersebut secara virtual namun banyak juga yang ternyata izin maupun tak hadir dalam rapat tersebut.
"Dari 575 anggota DPR, yang hadir dalam rapat paripurna di Senayan, cuma 45," ungkap Ade, dikutip dari @adearmando61, Kamis (22/6/2023).
Padahal menurutnya masa jabatan belum berakhir dan mereka masih memiliki kewajiban sebagai wakil dari masyarakat untuk menyalurkan aspirasi rakyat di Indonesia.
Dengan hal ini, Ade mengatakan bahwa mereka yang tak hadir dalam rapat tersebut sudah bisa dikatakan sebagai kelompok pemalas yang kerjanya memakan gaji saja.
"Padahal masa jabatan baru berakhir September 2024. Yang bolos itu adalah kaum pemalas, pengkhianat dan pemakan gaji buta," tuturnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani terlihat membuka sebuah rapat yang cukup kontroversial bukan karena apa yang dibahas namun begitu lengannya anggota wakil rakyat yang hadir dalam rapat itu.
Namun elite politikus ini seperti tak masalah dengan hal itu lantaran kuorum sudah tercapai, Puan kemudian membuka dan menyatakan rapat paripurna kali ini terbuka untuk umum.
Baca Juga: Mulai Bimbang Dukung Ganjar Pranowo, Ade Armando: Saya Khawatir dengan Kekuasaan PDIP
"Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, telah hadir fisik 45 orang, virtual 251, dan izin 162, sehingga berjumlah 458 dan dihadiri oleh anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI. Dengan demikian kuorum telah tercapai," katanya Selasa (20/6/2023)
Berita Terkait
-
Enggak Cuma Majuin Kaesang, PSI Ternyata Niat Bersihkan "Noda" Senayan: Kami Lebih Keras, Lebih Tegas!
-
Daniel Johan Minta Aktifitas Penambangan Pasir di Pulau Gelam Dihentikan: Saya Akan Mengambil Hak Konstitusionalnya
-
Ogah Dukung Prabowo, Enam Alasan Menohok Diberikan Ade Armando: Dari Psikologis Hingga Potensi Korupsi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Terpopuler: Harga HP Terbaru di 2026, 5 HP Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Rodri Kejar Gelar yang Belum Dimiliki, Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Spanyol
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu