Pengamat politik Bawono Kumoro menilai kedekatan yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai kode keras dukungan untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Bawono mengatakan bahwa momen tersebut memiliki tafsir yang beragam bahwa dapat menjadi kode keras terhadap sosok presiden pengganti dirinya selama lima tahun mendatang.
"Apakah kebersamaan ini bisa dilihat sebagai kode keras dari Presiden mengenai siapa paling diharapkan dapat menjadi presiden selama lima tahun mendatang? Bisa saja hal itu demikian ditafsirkan," kata Bawono dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Jumat (23/6/2023).
Namun demikian, ujar Bawono, kedekatan ini bisa jadi dianggap sebatas relasi tugas antarpejabat negara.
Sebagaimana diketahui Prabowo kerap terlihat dalam kunjungan Jokowi di sejumlah daerah beberapa bulan.
Belakangan tak hanya kunjungan daerah saja tapi juga event-event tertentu seperti penanaman mangrove di Jakarta pada tanggal 15 Mei lalu.
Peneliti lembaga survei Indikator Politik Indonesia ini kemudian menyinggung perbedaan kecenderungan politik antara Jokowi dan PDI Perjuangan. Untuk diketahui bersama PDIP sudah menetapkan kadernya Ganjar pranowo sebagai bacapres.
Sebagai bagian dari PDIP tentu Presiden Jokowi harus tunduk pada aturan partai dengan mendukung Ganjar. Namun sebagai kepala negara yang didukung tujuh partai koalisi Jokowi tentu memiliki kepentingannya sendiri.
Untuk itu tak menutup kemungkinan Jokowi memiliki preferensi politik sendiri dalam pemilihan bacapres dukungannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya endorse politik yang dilakukan Jokowi terhadap Prabowo yang didukung oleh Gerindra.
Bawono juga menyoroti respon elit PDIP yang memandang santai kedekatan Jokowi dan Prabowo. Namun dibalik sikap normatif tersebut, Bawono menilai PDIP menyimpan kecemasan atas kedekatan kedua tokoh itu.
Berita Terkait
-
Bukti Prabowo Enggak Emosional, Fahri Hamzah: Tak Ada Insiden Selama Dia Mimpin Kementerian Pertahanan
-
Tanyakan Mana Kinerja Prabowo, Loyalis Ganjar Pranowo: Kalau Promosi, Jangan Cuma Ngaku Bagian dari Jokowi
-
Prabowo Disindir Karena Klaim Bisa Bawa Indonesia Jadi Macan Asia: Milih Cawapres Saja Nunggu Perintah Pak Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Saat Tentara Harus Pegang Cangkul: Tamparan untuk Birokrasi Sipil Kita
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Kapolda Jabar Beberkan Kronologi Lengkap Detik-Detik Penangkapan Buron Taufik Hidayat
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Analisis Taktik Afrika Selatan vs Korea Selatan, Siapa Melaju ke 32 Besar?
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia