/
Minggu, 25 Juni 2023 | 06:02 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir, bersama dua wakil ketua umum Zainudin Amali serta Ratu Tisha Destria, dan Sekjen Yunus Nusi saat konferensi pers di GBK Arena, Jakarta (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Sepak bola nasional dinilai sudah harus mengembangkan aset dan potensi bisnis untuk menghasilkan pemasukan dan menjadi sebuah industri. Untuk mendukung hal tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghidupkan kembali PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) sebagai bentuk pembangunan industri sepak bola nasional.

Dari hasil studi banding ke beberapa negara seperti Jepang, jelas Erick ada beberapa lumbung pemasukan. Selain dari pengelolaan liga domestik dan dari dukungan pemerintah, mereka mengomersialisasikan sepak bola.

“Lihat bisnis di Jepang yang organisasi sepakbolanya punya pendapatan US$200 juta dan punya fasilitas bagus, program bagus, serta langganan ikut Piala Dunia. Lalu Jerman dengan pendapatan liganya lebih dari US$4,2 miliar, terbesar kedua setelah Inggris,”Ucap Erick di Jakarta, kemarin.

Hal itulah, jelas Erick yang menjadi tujuan penghidupan kembali PT GSI yang akan menjadi motor utama komersialisasi aset dan kegiatan asprov, klub, asosiasi dan anggota PSSI. “Termasuk timnas agar nilainya lebih tinggi dan memberikan pendapatan bagi PSSI," jelasnya.

Erick mengungkapkan 95% saham PT GSI dimiliki PSSI dan 5% oleh Yayasan Bakti Sepakbola Indonesia. Salah satu produk unggulan yang dikomersialisasi adalah hal siar pertandingan. Erick mengatakan setidaknya ada 10 pertandingan timnas Indonesia yang disiarkan secara eksklusif. PSSI kata Erick mendapat pemasukan Rp56 miliar dari penjualan hak siar timnas Indonesia sepanjang 2023. Erick juga mengusahakan sponsor masuk untuk PSSI.

Tag

Load More