/
Kamis, 29 Juni 2023 | 08:30 WIB
Ponpes Al Zaytun (Dok. Al-zaytun.sch.id)

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyoroti sejumlah kontroversi yang tengah menjadi pembicaraan masyarakat soal Ponpes Al Zaytun.

Dirinya menyoroti komentar dari salah satu menteri yang menyebut bahwa lembaga pendidikan tersebut serupa dengan komune. Ia bingung mengapa hal itu bisa menjadi sebuah masalah.

Komune sendiri adalah sebuah sistem kemasyarakatan yang mirip dengan negara, ia tidak dilarang di Indonesia. Saidiman menekankan hal ini dan menyebut apa salahnya jika sistem tersebut diterapkan oleh Ponpes Al Zaytun.

Pengamat ini menyebut pondok pesantren tersebut hanya berusaha untuk menjadi mandiri secara finansial dan modern, tak perlu mendapatkan kecurigaan berlebihan dari sejumlah pihak di Indonesia.

"Lembaga pendidikan yang berusaha mandiri secara finansial dan modern kok malah dicurigai," cuitnya melalui akun twitter @saidiman, dikutip Kamis (29/6/2023).

Menurutnya hal ini justru semestinya menjadi contoh untuk ditiru oleh sejumlah lembaga pendidikan lainnya untuk menjadi mandiri seperti Ponpes Al Zaytun.

"Mestinya lembaga-lembaga pendidikan lain didorong untuk sama seperti Al Zaytun, bukan malah lembaga pendidikan yang bagus mau dihentikan," jelasnya.

Baca Juga: Geram Soal Kelakukan Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Kader Demokrat: Sakit Jiwa

Load More