Habib Bahar Bin Smith kembali mematik perbincangan dengan pengakuannya yang menentang keras keberadaan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.
Dirinya dalam sebuah demonstrasi awalnya mendesak pemerintah untuk segera turun tangan untuk membubarkan lembaga pendidikan umat islam yang dinilainya sesat tersebut. Hal ini diketahui menjadi tuntutan dari Front Persaudaraan Islam (FPI).
Bahar mengaku jika hal tersebut tak dilakukan, dirinya tak segan-segan akan mengumpulkan umat islam untuk mendatangi langsung ponpes tersebut. Ia ingin melihat tempat tersebut ditutup oleh tangannya sendiri.
Meskipun begitu, Bahar bahkan mengaku siap menerima santri ponpes Al-Zaytun di ponpes miliknya. Hal ini dia akan tawarkan jika ponpes yang tengah menjadi sorotan publik itu benar ditutup pemerintah.
“Jikalau kalian khawatir atau takut membubarkan pondok, maka hak-hak konstitusional para santri tidak diberikan, jangan khawatir saya akan ajak semua pondok pesantren Ahlusunah Wal Jamaah, Jawa Barat untuk menerima semua santri-santri Al Zaytun,” ungkapnya dikutip Kamis (29/6/2023.
Bahkan menurutnya, tak akan ada biaya yang ditanggung bagi santri-santri yang telah mendaftar maupun menimba ilmu di sana jika mereka ingin bergabung dengan pesantrennya.
“Pondok pesantren saya siap menampung santri Al-Zaytun, gratis enggak pakai bayar lagi,” tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'