Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, mengomentari perihal Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang ternyata masih memiliki saham di PT Toba Sejahtera.
Hal tersebut diungkap oleh Direktur PT Toba Sejahtera, Hedi Melisa, saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 3 Juli 2023.
"Berdasarkan akta saat ini, pemegang sahamnya adalah Bapak Luhut Pandjaitan sebagai majority share holders dan Bapak David Pandjaitan sebagai minority share holders," jelas Hedi saat ditanya hakim.
Sebelumnya, Luhut Binsar mengaku sudah mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Toba Sejahtra setelah menjabat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Luhut mengatakan dirinya tak pernah mengurusi perusahaan tersebut sejak membantu Presiden Jokowi di kabinet pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Gigin menyebut Luhut sebagai bos besar yang bisa membeli apa saja di negara yang penegakan hukumnya sarat dengan korupsi.
“Dia memang bos besar sehingga bisa membeli apa saja apalagi di negara yang penegakan hukumnya sarat dengan korupsi,” ujar Gigin, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @giginpraginanto pada Senin (3/7/2023).
Tidak heran, peradilan tempat kasus yang melibatkan Luhut disidangkan justru tampak seperti pertandingan antara petinju yang berbeda kelas.
Sidang tersebut diibaratkan pertandingan antara petinju kelas super berat dengan petinju kelas ringan yang tangannya diikat dan diborgol.
Baca Juga: Kini Bisa Modalin Selingkuhan, Syahnaz Sadiqah Dulu Miskin Banget
“Jadi tak mengherankan kalau peradilan ini ibarat petinju kelas super berat versus kelas ringan yang tangannya diikat borgol," sambung Gigin.
Berita Terkait
-
Presdir PT TDM Klaim Tak Beri Laporan kepada Luhut Binsar Soal Hubungannya dengan Perusahaan Tambang di Papua
-
Anak Buah Luhut Klaim Rogoh Kocek Sendiri hingga Miliaran Rupiah Demi Bantu Perusahaan Tambang di Papua
-
Sidang Kasus Lord Luhut, Brigjen Purn Paulus Prananto Ungkap Soal Hubungannya dengan Perusahaan Tambang di Papua
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha