/
Selasa, 04 Juli 2023 | 17:31 WIB
Cipta Panca Laksana (Twitter/@panca66)

Politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, mengomentari pernyataan Konsultan Politik di Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Muchlis Ainur Rofik yang tampaknya menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Muchlis mengatakan bahwa anak dan menantu Jokowi menjadi wali kota karena berhasil meyakinkan pemilih.

Hal itu diutarakannya untuk mengomentari isu ekspansi dinasti politik yang diangkat oleh Majalah Tempo berkaitan dengan wacana Kaesang Pangarep maju ke Pilwalkot Depok.

“Kalau pemilih senang sama anak mantu, juga bukan melulu karena faktor Jokowi. Si anak mantu memang punya kemampuan meyakinkan pemilih,” ujar Muchlis dalam cuitannya.

Dia kemudian menyinggung anak mantan presiden yang gagal memenangkan ajang pemilihan gubernur. “Ada kan anak mantan Presiden yg gagal di Pilgub?” ujar Muchlis. Diduga sosok yang dimaksud adalah AHY.

Menanggapi hal tersebut, Cipta Panca mengingatkan bahwa AHY maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta ketika ayahnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Yaelah bro, AHY maju cagub DKI ketika SBY ngga berkuasa lagi,” ujar Cipta Panca, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @panca66 pada Selasa (4/7/2023).

Menurutnya, membandingkan antara anak-anak Jokowi dan AHY tidak tepat. “Membandingkannya aja ngga apple to apple. Malu-maluin aja loe kerja di lembaga survey,” sambungnya.

Untuk diketahui, AHY sempat maju ke Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 silam dengan berpasangan dengan Sylviana Murni.

Baca Juga: Pemalak Remaja di Bypass Palembang Marak, Penumpang Wanita Menjerit Ketakutan

Namun, pasangan AHY-Sylivi tidak berhasil unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno sehingga tidak masuk ke putaran kedua.

Load More