Politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, mengomentari pernyataan Konsultan Politik di Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Muchlis Ainur Rofik yang tampaknya menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Muchlis mengatakan bahwa anak dan menantu Jokowi menjadi wali kota karena berhasil meyakinkan pemilih.
Hal itu diutarakannya untuk mengomentari isu ekspansi dinasti politik yang diangkat oleh Majalah Tempo berkaitan dengan wacana Kaesang Pangarep maju ke Pilwalkot Depok.
“Kalau pemilih senang sama anak mantu, juga bukan melulu karena faktor Jokowi. Si anak mantu memang punya kemampuan meyakinkan pemilih,” ujar Muchlis dalam cuitannya.
Dia kemudian menyinggung anak mantan presiden yang gagal memenangkan ajang pemilihan gubernur. “Ada kan anak mantan Presiden yg gagal di Pilgub?” ujar Muchlis. Diduga sosok yang dimaksud adalah AHY.
Menanggapi hal tersebut, Cipta Panca mengingatkan bahwa AHY maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta ketika ayahnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak lagi menjabat sebagai presiden.
“Yaelah bro, AHY maju cagub DKI ketika SBY ngga berkuasa lagi,” ujar Cipta Panca, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @panca66 pada Selasa (4/7/2023).
Menurutnya, membandingkan antara anak-anak Jokowi dan AHY tidak tepat. “Membandingkannya aja ngga apple to apple. Malu-maluin aja loe kerja di lembaga survey,” sambungnya.
Untuk diketahui, AHY sempat maju ke Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 silam dengan berpasangan dengan Sylviana Murni.
Baca Juga: Pemalak Remaja di Bypass Palembang Marak, Penumpang Wanita Menjerit Ketakutan
Namun, pasangan AHY-Sylivi tidak berhasil unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno sehingga tidak masuk ke putaran kedua.
Berita Terkait
-
Bahlil Berterima Kasih ke SBY Karena Lunasi Utang RI ke IMF, Demokrat Ungkit Sikap Jokowi Usai Dilantik: Lihat Saja Wajah dan
-
Terungkap Ternyata Cuma Satu Faktor yang Bikin NasDem Ragu ke AHY: Jangan Menyamakan Anaknya Seperti Bapaknya Dulu
-
Keresahan SBY di Buku 'Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Jokowi': Isu Jegal Anies sampai PK Moeldoko
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?