/
Selasa, 04 Juli 2023 | 19:40 WIB
Pesiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara puncak Bulan Bung Karno (BBK) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (24/6/2023) (ANTARA)

Direktur Eksekutif Charta Politik Yunarto Wijaya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya bisa mengambil langkah konkret terkait para menteri yang akan maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Yunarto menegaskan bahwa kontestasi politik tahun depan tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat sehingga fokus pemerintahan Jokowi tetap jadi yang utama.

Ia melanjutkan, Presiden pernah menyatakan bahwa situasi di paruh tahun 2023tidak mudah lantaran situasi global tidak stabil karena ketegangan geopolitik masih berlangsung.

"Kalau ingin berbicara perbedaan politik, tidak boleh mengorbankan program pemerintah, betul bahwa seharusnya Presiden bisa melakukan sesuatu," kata Yunarto dikutip Liberte Suara dari kanal YouTube KompasTV, Selasa (4/7/2023).

"Misalnya mendorong menteri yang maju sebagai capres mundur, menteri yang ingin menjadi anggota legislatif untuk mundur," ujar Yunarto.

Permintaan agar persaingan politik tidak mengganggu program pemerintah juga bisa dinilai sebagai tanggung jawab Jokowi sebelum masa pensiun dari Kepala Negara. 

Menurut Yunarto, Jokowi sering membicarakan arah Indonesia ke depan dalam sejumlah kesempatan. Ini berarti bahwa Presiden tidak akan lepas tangan dalam program-programnya.

"Beliau (Jokowi) berbicara legacy ke depan bukan hanya berhenti bekerja sebagai seorang presiden. Beliau berpikir mengenai negara pasca-beliau, dari kacamata ini positif," tuturnya, menambahkan.

Baca Juga: Loyalis Soal Nama Presiden Jokowi Disebut dalam Nota Keberatan Johnny Plate: Sepertinya Genderang Perang Mulai Ditabuh

Load More