Direktur Eksekutif Charta Politik Yunarto Wijaya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya bisa mengambil langkah konkret terkait para menteri yang akan maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Yunarto menegaskan bahwa kontestasi politik tahun depan tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat sehingga fokus pemerintahan Jokowi tetap jadi yang utama.
Ia melanjutkan, Presiden pernah menyatakan bahwa situasi di paruh tahun 2023tidak mudah lantaran situasi global tidak stabil karena ketegangan geopolitik masih berlangsung.
"Kalau ingin berbicara perbedaan politik, tidak boleh mengorbankan program pemerintah, betul bahwa seharusnya Presiden bisa melakukan sesuatu," kata Yunarto dikutip Liberte Suara dari kanal YouTube KompasTV, Selasa (4/7/2023).
"Misalnya mendorong menteri yang maju sebagai capres mundur, menteri yang ingin menjadi anggota legislatif untuk mundur," ujar Yunarto.
Permintaan agar persaingan politik tidak mengganggu program pemerintah juga bisa dinilai sebagai tanggung jawab Jokowi sebelum masa pensiun dari Kepala Negara.
Menurut Yunarto, Jokowi sering membicarakan arah Indonesia ke depan dalam sejumlah kesempatan. Ini berarti bahwa Presiden tidak akan lepas tangan dalam program-programnya.
"Beliau (Jokowi) berbicara legacy ke depan bukan hanya berhenti bekerja sebagai seorang presiden. Beliau berpikir mengenai negara pasca-beliau, dari kacamata ini positif," tuturnya, menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay