Pegiat media sosial Yusuf Muhammad mengomentari perihal anggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun dinasti politik usai Kaesang Pangarep diusung maju Pemilihan Wali Kota Depok.
Isu tersebut diangkat oleh Majalah Tempo. Majalah tersebut menyoroti Presiden Jokowi sebagai presiden pertama di Indonesia yang anak dan menantunya menjadi wali kota saat dia sedang menjabat.
Sementara itu, restu yang diberikan presiden kepada putra bungsunya yaitu Kaesang untuk maju ke Pilwalkot Depok, dinilai merupakan upaya meluaskan dinasti politik.
Menanggapi hal tersebut, Yusuf mengatakan bahwa rakyat tidak perlu memilih Kaesang seandainya memang tidak berkenan untuk mencoblos. Pada dasarnya, rakyat lah yang memilih, bukan presiden atau ketua umum partai politik.
“Kalau gak suka jangan dipilih, selesai. Kan rakyat yg memilih, bukan ditunjuk Presiden atau ketum partai,” ujar Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @yusuf_dumdum pada Selasa (4/7/2023).
Loyalis Presiden Jokowi ini kemudian mempertanyakan perihal apa yang dimaksud dinasti dalam politik. Padahal, ada contoh lain yaitu anak mantan presiden gagal menjadi gubernur.
“Jadi dinasti yg dimaksud itu seperti apa ? Lagian sdh ada contohnya, anak mantan kepala negara dan ketum partai gagal nyalon pilgub. Dasar TEMPE BUSUK!” ujar Yusuf.
Sebelumnya, Kaesang didukung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk maju ke Pilwalkot Depok pada pemilihan umum 2024 mendatang.
Kaesang mengaku telah mendapatkan restu dari keluarganya termasuk ayahnya untuk maju ke Pilwalkot Depok. Hal tersebut disampaikannya melalui video di kanal YouTube miliknya.
Baca Juga: Diakui Polisi Licin, Si Kembar Rihana dan Rihani Empat Kali Pindah Tempat Tinggal Selama Buron
“Saya sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga saya. Insya Allah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama. Mohon dukungannya,” ujar Kaesang.
Berita Terkait
-
Keterlaluan dalam Bercanda? Admin Medsos Gerindra Sampai Turun Tangan Atasi Kelakuan Loyalis Jokowi: dari Tahun 2019 Ngomongin Prabowo Loh
-
Lakukan Aksi Damai Selama Presiden di Australia, Denny Indrayana: Cawe-cawe Jokowi Bukan untuk Kepentingan Negara
-
Loyalis Soal Nama Presiden Jokowi Disebut dalam Nota Keberatan Johnny Plate: Sepertinya Genderang Perang Mulai Ditabuh
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia
-
Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya
-
Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat
-
Edwin Hadirkan Horor Industrial, 'Monster Pabrik Rambut' Jadi Cermin Budaya Kerja Berlebihan
-
Novel Kandidat Terlarang, Ambisi Kursi OSIS yang Berujung Misteri Berdarah
-
3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
-
ARMY Bersiap! Begini Cara War Tiket Konser BTS di Stadion Utama GBK Jakarta
-
DPR Bantah Menteri HAM Soal Larangan Tembak Begal: Polisi Tak Boleh Ragu Bertindak
-
Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Keutamaan bagi yang Tidak Berhaji
-
Promo Indomaret Hari Ini 22 Mei 2026, Kebutuhan Dapur Diskon hingga 45 Persen