Beredar video berjudul "GEMPAR SORE INI || KAKI KANAN TERTEMBAK, POLISI TERPAKSA LUMPUHKAN PANJI GUMILANG KARENA INI", yang diunggah oleh akun YouTube Kabar News pada Rabu (5/7/2023).
Narasi judul video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa kaki kanan pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang ditembak oleh pihak kepolisian.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail bahwa Panji Gumilang memakai baju oranye dan sedang duduk tak berdaya di kelilingi oleh pihak kepolisian. Selain itu, video itu lengkap disertai tulisan 'BREAKING NEWS. MELAWAN SAAT DITANGKAP. PANJI GUMILANG TERPAKSA DILUMPUHKAN APARAT'.
Penjelasan :
Berdasarkan penelusuran video tersebut secara keseluruhan yang berdurasi 8 menit 4 detik, tidak ditemukan informasi terkait kaki Panji Gumilang ditembak oleh pihak kepolisian karena melawan saat hendak ditangkap.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti maupun foto bahwa Panji Gumilang dilumpuhkan oleh pihak kepolisian.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita atau pun bukti kredibel yang menyatakan hal tersebut.
Dalam video tersebut, narator hanya membahas tentang dugaan adanya orang pemerintahan yang turut terlibat di Ponpes Al Zaytun serta dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh pondok pesantren tersebut.
Hingga akhir video, tidak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyebut terkait klaim polisi menembak kaki kanan Panji Gumilang hingga lumpuh.
Baca Juga: 6 Langkah Membuat Threads Instagram Pertama, Lebih Baik dari Twitter?
Kesimpulan :
Video dengan judul "GEMPAR SORE INI || KAKI KANAN TERTEMBAK, POLISI TERPAKSA LUMPUHKAN PANJI GUMILANG KARENA INI" yang diunggah oleh akun YouTube Kabar News pada Rabu (5/7/2023) memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat