Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap menampilkan gesture politik yang multitafsir.
Jokowi beberapa kali memperlihatkan kedekatannya dengan sejumlah tokoh politik hingga ketua umum partai politik (parpol).
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah dukungan Jokowi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang. Apalagi Jokowi merupakan kader dari dari PDI Perjuangan (PDIP).
Belakangan, Jokowi saat berpidato di perayaan puncak Bulan Bung Karno beberapa waktu lalu seperti tidak memiliki semangat untuk mendukung penuh calon presiden (capres) PDIP Ganjar Pranowo.
Hal ini kontras dengan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharni yang bepidato penuh dengan semangat di hadapan para kader di acara tersebut.
“Giliran Jokowi yang pidato kok rasa-rasanya kurang semangat. Jokowi itu sepertinya memang rada-rada kurang at home ya kalau bicara politik apa pun di PDIP, serasa bukan di rumahnya,” kata Adi, dikutip Liberte Suara, Jumat (7/7/2023), dari YouTube KompasTV.
Adi menambahkan, Jokowi terkesan lebih nyaman dan penuh semangat saat berpidato di hadapan para relawan. Apa pun bisa disampaikan oleh Jokowi hingga memakan waktu berjam-jam.
“Beda kalau Jokowi bicara di depan para relawan, Jokowi akan terus terang bicara tentang bagaimana portofolio politik capres di 2024, bagaimana pentingnya sustainabilty development setelahnya, yang bisa memastikan (program kerja) Jokowi itu bisa dilanjutkan semua,,” terangnya.
Yang menjadi pertanyaan, lanjut Adi, apa alasan Jokowi tidak menunjukkan semangat mendukung capres PDIP.
Baca Juga: CEK FAKTA: Cerdik! Prabowo Gabung Koalisi Perubahan dan Nyatakan Siap Perang Lawan Istana Demi Anies
“Saya merasa ada jarak psikologis yang sepertinya membuat Pak Jokowi itu enggak happy karena diposisikan sebagai orangyang selalu menjadi petugas parai. Jadi Jokowi itu sadar betul,” ujarnya.
“Ketika Jokowi terus menerus disebut sebagai petugas partai padahal Jokowi itu adalah presiden yang dipilih oleh ratusan juta pemilih di Indonesia,” sambungnya.
Adi membandingkan sikap Jokowi terhadap PDIP dengan ketika Jokowi bersama para elite politik dari partai lain. Bahkan Presiden kerap memperlihatkan momen saat bersenda gurau.
“Cukup menarik karena akan selalu dibandingkan. Contoh kalau di acara Golkar nyaman sekali Jokowi bercanda, di acara Perindo juga begitu, di acara PPP juga begitu apalagi di sayap politik yang dibangun oleh Jokowi,” terang dia.
“Jokowi kelihatan lebih nyaman dan happy kalau bicara dengan partai-partai koalisi pendukung yang lainnya karena seakan-akan partai koalisinya ini kan selalu menjadikan Jokowi sebagai mercusuar dalam menentukan pilihan politiknya,” jelasnya, menambahkan.
Hubungan yang naik dan turun antara Jokowi dengan PDIP menurut Adi juga dipicu ketika pengumuman Ganjar sebagai capres beberapa waktu lalu. Adi meyakini, Jokowi seperti tidak dilibatkan padahal ia adalah orang yang pertama mendukung Ganjar.
“Sepertinya membuat Jokowi, ya kalau memang tidak dilibatkan ya Jokowi pun membatasi diri. Ngapain kalau semuanya sudah diorkrestasi, didesain oleh PDIP, juga Jokowi disebut sebagai petugas partai, wajar kalau tidak total,” papar pengamat politik UIN Jakarta itu.
Ketika bersama dengan Prabowo, ujar Adi, Jokowi lebih nyaman. Ketum Gerindra itu menganggap Jokowi itu seorang presiden.
“Kalau dengan Prabowo kenapa (Jokowi) agak lebih nyaman mungkin karena Prabowo menganggap Jokowi itu presiden. Kalau Prabowo ketemu Jokowi itu tegak lurus ngomongnya,” pungas Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit
-
Pertama Kalinya, SUNRISE dan SHAFT Umumkan Kolaborasi Produksi Anime Baru
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
-
Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket
-
4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?