Pengamat pendidikan Islam M. Najih Arromadloni mengaku ragu-ragu pemerintah Indonesia dapat serius menangani kasus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun dan Panji Gumilang.
Harapan Najih pupus setelah Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyatakan bahwa Al Zaytun tidak akan ditutup oleh pemerintah melainkan akan dibina.
"Kalau pembinaan kan dari dulu, dari awal berdirinya (Al Zaytun) itu pembinaan sampai kapan ini," kata Najih dikutip Liberte Suara, Senin (10/7/2023), dari YouTube tvOneNews.
Najih memperingatkan, pemerintah telah membiarkan Al Zaytun menjadi bom waktu yang dari waktu ke waktu akan menjadi persoalan jika tidak diatasi dengan serius.
"Persoalan akan menjadi bom waktu dan terus-menerus ini akan secara periodik akan menjadi persoalan bagi masyarakat, kalau tidak ditangani secara serius hari ini," ujarnya, menambahkan.
Ia menyebut bahwa kepentingan politik pada persoalan Al Zaytun dan bahkan Negara Islam Indonesia (NII) ini sangat kental. Pasalnya, ponpes memiliki massa yang jumlahnya cukup besar.
Dengan begitu ketika Panji menyatakan dan memerintahkan sesuatu kepada pengikutnya maka itu adalah sebuah perintah yang wajib dijalankan.
"Massanya cukup besar, ratusan ribu. Ada yang memperkirakan itu 300.000 anggotanya," tutur Najih.
"Nah itu kan suatu suara yang besar bagi politisi gitu. Artinya ada suara yang besar sendiri. Setiap pemilu juga ada TPS (tempat pemungutan suara) yang didirikan di sana. Dan ini anggotanya solid," tegasnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Istri Anies Baswedan Langsung Pingsan dengar Suaminya Kena Musibah Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya
-
Dilema Finansial Perempuan: Gaji Tak Seberapa, Ekspektasi Setinggi Langit
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Sisa 1 Hari Lagi, Marapthon Siapkan Konser Closing Besar di Istora Senayan
-
Budaya Belanja Generasi Sekarang: Antara Self-Reward dan Self-Destruction
-
Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Profil Timnas Qatar: Menanti Hasil Investasi Besar Pasukan The Maroons
-
Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego
-
Horor Absurd Nih! Film Dukun Magang tentang Mahasiswa dan Kuntilanak Hitam