Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Muh. Ikhsan mengaku ragu-ragu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dapat menyelesaikan permasalahan ponpes pimpinan Panji Gumilang.
Ia justru menaruh harapan besar pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan badan intelijen untuk menangani kasus Al Zaytun.
Ikhsan beralasan, Panji merupakan nakhoda dari kapal yang bernama Al Zaytun yang ada di atas sekaligus di bawah permukaan air.
“Kementerian Agama nggak akan sampai tangannya untuk menjangkau orang-orang di bawah kapal pesiar. Cuma polisi, cuma polisi yang bisa nyampe tangannya sama intelijen, pak,” kata Ikhsan dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (11/7/2023).
Ikhsan menggambarkan sosok Panji sebagai seorang nakhoda kapal pesiar atau cruise dan kapal selam. Menurutnya, tuduhan yang selama ini ditujukan untuk orang-orang yang ada dalam cruise tidak sepenuhnya benar.
“Yang namanya cruise ini yang tidak terafiliasi dengan apa yang dituduhkan selama ini gitu,” ujarnya.
Menurutnya, kasus Al Zaytun kali ini bukan yang pertama kali muncul. Ia pun berharap kali ini kasus dari Panji akan benar-benar selesai mengingat risiko yang diterimanya sebagai alumni cukup besar.
“Saya sudah 17 tahun menjadi alumni Al Zaytun. Ini bukan pertama kali muncul lalu tenggelam, muncul lalu tenggelam kayak gitu. Ini udah berkali-kali,” tutur dia.
“Kita berharap ini harus selesai tahun ini, harus selesai. Kita nggak mau (tidak selesai) karena risikonya tuh cuma ada ditanggung oleh alumninya,” sambungnya.
Baca Juga: Bongkar Isi Pertemuan Fraksi PDIP-PKB, Utut Sebut Ada Upaya Pertemukan Cak Imin dengan Megawati
Ikhsan mengatakan, para alumni Al Zaytun menjadi pihak yang paling dicurigai pemerintah, baik daerah hingga pusat. Padahal ia meyakini alumni dari kalangan santri adalah yang paling bersih dari paham radikalisme.
Sebaliknya, lanjut dia, orang-orang yang berada dalam kapal selam menjadi pihak yang tidak pernah disentuh oleh polisi.
“Kami ya alumni yang paling kena dampak dari kasus-kasus kayak gini. Jadi kami minta ke depan pemerintah memperhatikan kami,” pungkas Ikhsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
5 Pemain Kunci PSG untuk Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions
-
Surat Kecil Untuk Tuhan: Janji dan Misteri di Balik Persahabatan
-
Ratu Sofya Lelah 2 Tahun Konflik dengan Sang Ibu Tak Kunjung Usai
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
-
6 Orang yang Serang Polisi saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan Ditangkap
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli