/
Selasa, 11 Juli 2023 | 19:59 WIB
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang saat penuhi panggilan Bareskrim Polri. (Suara.com/M Yasir)

Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Muh. Ikhsan mengaku ragu-ragu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dapat menyelesaikan permasalahan ponpes pimpinan Panji Gumilang.

Ia justru menaruh harapan besar pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan badan intelijen untuk menangani kasus Al Zaytun.

Ikhsan beralasan, Panji merupakan nakhoda dari kapal yang bernama Al Zaytun yang ada di atas sekaligus di bawah permukaan air.

“Kementerian Agama nggak akan sampai tangannya untuk menjangkau orang-orang di bawah kapal pesiar. Cuma polisi, cuma polisi yang bisa nyampe tangannya sama intelijen, pak,” kata Ikhsan dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (11/7/2023).

Ikhsan menggambarkan sosok Panji sebagai seorang nakhoda kapal pesiar atau cruise dan kapal selam. Menurutnya, tuduhan yang selama ini ditujukan untuk orang-orang yang ada dalam cruise tidak sepenuhnya benar.

“Yang namanya cruise ini yang tidak terafiliasi dengan apa yang dituduhkan selama ini gitu,” ujarnya.

Menurutnya, kasus Al Zaytun kali ini bukan yang pertama kali muncul. Ia pun berharap kali ini kasus dari Panji akan benar-benar selesai mengingat risiko yang diterimanya sebagai alumni cukup besar.

“Saya sudah 17 tahun menjadi alumni Al Zaytun. Ini bukan pertama kali muncul lalu tenggelam, muncul lalu tenggelam kayak gitu. Ini udah berkali-kali,” tutur dia.

“Kita berharap ini harus selesai tahun ini, harus selesai. Kita nggak mau (tidak selesai) karena risikonya tuh cuma ada ditanggung oleh alumninya,” sambungnya.

Baca Juga: Bongkar Isi Pertemuan Fraksi PDIP-PKB, Utut Sebut Ada Upaya Pertemukan Cak Imin dengan Megawati

Ikhsan mengatakan, para alumni Al Zaytun menjadi pihak yang paling dicurigai pemerintah, baik daerah hingga pusat. Padahal ia meyakini alumni dari kalangan santri adalah yang paling bersih dari paham radikalisme.

Sebaliknya, lanjut dia, orang-orang yang berada dalam kapal selam menjadi pihak yang tidak pernah disentuh oleh polisi.

“Kami ya alumni yang paling kena dampak dari kasus-kasus kayak gini. Jadi kami minta ke depan pemerintah memperhatikan kami,” pungkas Ikhsan.

Load More