Eks Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Soleman B. Ponto meminta pemerintah Indonesia mengganti nama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menjadi pemberontak bersenjata.
"Dari awal saya bilang mereka sudah tidak lagi kriminal, mereka sudah pemberontah bersenjata. Ubahlah statusnya," kata Soleman dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Rabu (12/7/2023).
Menurut pakar intelijen itu, perubahan status dari "kriminal bersenjata" menjadi "pemberontak bersenjata" akan memudahkan pemerintah mengambil tindakan tepat di Papua.
Hal ini juga akan mempercepat untuk pemerintah mengakhiri operasi militer agar kelompok tersebut tidak lagi menganggu tanah Papua.
"Laksanakan operasi militer untuk melaksanakan, mengatasi pemberontak bersenjata itu. Kalau KKB teru ya sudah kita tunggu aja terus kriminal terus itu tidak akan ada ujungnya," tegas Soleman.
Ia juga mengingatkan, kelompok kriminal di Papua yang sudah ditetapkan oleh pemerintah tidak perlu dicari aktor di belakangnya. Ia meminta fokus pada penyelesaian atas permasalahan seperti negosiasi kepada KKB Papua.
Termasuk yang belakangan adalah isu KKB Papua meminta uang tebusan Rp5 miliar untuk pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang sudah lima bulan disandera.
Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri memastikan upaya negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air masih terus dilakukan. Dia menyebut Pj Bupati Nduga, Edison Gwijangge sedang berupaya menjalin komunikasi dengan Egianus dkk.
"Pak Pj Bupati Nduga yang baru juga sedang mainkan peran dari Komnas HAM, tokoh gereja, semua mainkan peran," kata Kapolda Papua.
Baca Juga: Masa Kerja Satgas BLBI Berakhir Tahun Ini, Mahfud MD Beri Sinyal Diperpanjang: Insyaallah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah
-
Park Ji Hoon Bintang The Kings Warden Siap Gelar Fancon di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak