/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 12:33 WIB
Ganjar Sebut Mendorong Investasi Tidak Hanya dengan Mempermudah Izin, Pengamat: Kok Baru Sekarang? (Suara.com/Ari Welianto)

Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, mengomentari pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal investasi di Indonesia.

Dalam acara Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (APEKSI), Ganjar menyinggung perihal investasi yang harus terus didorong agar perekonomian terus berkembang pasca Covid-19.

Untuk diketahui, Rakernas tersebut digelar di Upperhills Convention Hall Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/7/2023).

Ganjar mengatakan bahwa investasi harus didorong, tidak hanya dengan dipermudah izinnya. Pemerintah perlu menjemput pasar.

"Investasi mesti didorong, tidak hanya mempermudah izin, tapi menjemput pasar. Tidak lagi pasar dalam negeri tetapi masuk luar negeri," ujar Ganjar, dikutip dari tayangan Kompas.com.

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menilai salah satu cara untuk menggenjot investasi yaitu dengan menyasar investor dari Afrika.

"Apa itu pasar tradisional? Biasa kita ke Amerika, ke Eropa, ke Tiongkok. Kenapa kita tidak mencoba ke Afrika? Kenapa kita tidak membuat suatu kreasi investasi kerja sama di sana?," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gigin mempertanyakan alasan Ganjar baru membahas persoalan investasi tersebut dan menyadari bahwa birokrasi mempersulit investasi.

“Kok baru sekarang. Selama ini gak tahu kalau birokrasi mempersulit investasi,” ujar Gigin, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @giginpraginanto pada Jumat (14/7/2023).

Baca Juga: Alwi Farhan Rebut Tiket ke Perempat Final BAJC 2023 Usai Kalahkan Wakil Thailand

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan nilai investasi tahun 2023 sebesar Rp65,7 triliun saat pemerintah pusat menargetkan nilai investasi sebesar Rp1.400 triliun.

Selama ini, Jateng memiliki sektor-sektor investasi andalan, seperti energi yang terdiri dari listrik, air, dan gas.

Selain itu, ada pula sektor lain seperti transportasi, pergudangan, telekomunikasi, industri tekstil, alas kaki, properti, serta industri makanan dan minuman yang juga dapat diandalkan.

Load More