Pengamat Politik, Jhon Sitorus kembali memberikan tanggapannya terkait dengan manuver politik yang dilakukan oleh Anies Baswedan. Ia merasa iba dengan sosok yang digadang-gadang menjadi presiden tersebut di 2024.
Hal ini menyusul adanya pernyataan mengejutkan soal narasi perubahan dari Sandiaga Uno. Menurut menteri tersebut, narasi itu seperti jebakan yang sulit dilepaskan karena esensi dari perubahan sendiri.
Jhon setuju dengan apa yang diucapkan oleh sosok yang pernah menjadi wakil gubernur dari Anies. Ia mengatakan narasi perubahan malah akan membuat suara dukungan menipis bahkan hilang karena, suka atau tidak suka, ada elemen masyarakat yang puas akan kinerja pemerintah saat itu.
Ini adalah jebakan yang telah menjebak Anies. Nama Koalisi Perubahan oleh karenanya menurut penggiat media sosial ini adalah kesalahan yang sangat fatal.
"Well said Sandiaga Uno. Nama koalisi perubahan adalah sebuah kesalahan," tegasnya seperti yang dikutip dari akun twitter pribadinya, Selasa (18/7).
Narasi perubahan membuat mantan gubernur itu kini tersudut menuju kubu yang anti-pemerintahan. Sentimen Anies dekat dengan kaum radikalis juga semakin kuat dalam benak masyarakat dari Indonesia.
"Dilemanya, (Anies) jadi tersudut ke anti pemerintah. Memang ngadrun itu tidak ada manfaatnya sama sekali," jelasnya menohok.
Kini Jhon melihat nasib dari sosok dari Anies. Menurutnya ia tak lebih dari sekedar sapi perah untuk meraih suara maupun elektabilitas dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Sebutkan Alasan Harus Memilih Anies, Surya Paloh Minta KPU dan Bawaslu Waspadai Musuh Bersama
Anies Baswedan sendiri sampai saat ini mengatakan dirinya akan teguh bersama dengan koleganya dalam Koalisi Perubahan. Pihaknya membawakan narasi bahwa mereka ingin menunaikan janji-janji kemerdekaan dari Indonesia.
Dirinya membantah bahwa ia memihak pada kelompok radikalis, hal ini ia sudah katakan berkali-kali dengan bukti rekam jejaknya sebagai seorang pejabat negara di DKI Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya
-
Kabar Gembira Bagi Warga Taat PKB: Pemprov Lampung Beri Diskon hingga 25 Persen
-
Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Keindahan Maros Bareng Repsol Lubricants
-
5 Sunscreen Lokal yang Gak Bikin Wajah Abu-Abu dan Kusam, Mulai Rp37 Ribuan
-
4 Deodorant dengan Niacinamide untuk Mengatasi Noda Gelap di Area Ketiak
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
Gaji Dosen Terendah di Asia, Pendidikan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
10 Hari Jelang Kick-off Warga India Akhirnya Bisa Nonton Piala Dunia 2026 tapi...
-
Kekuatan Lini Serang Norwagia Teruji, Libas Swedia Walau Bomber Manchester City Absen