/
Selasa, 18 Juli 2023 | 00:30 WIB
Takdir Anies Baswedan Dikunci Jebakan Perubahan, Jhon Sitorus: Dia Tersudut ke Anti-Pemerintah (Suara.com/Rakha Arlyanto)

Pengamat Politik, Jhon Sitorus kembali memberikan tanggapannya terkait dengan manuver politik yang dilakukan oleh Anies Baswedan. Ia merasa iba dengan sosok yang digadang-gadang menjadi presiden tersebut di 2024.

Hal ini menyusul adanya pernyataan mengejutkan soal narasi perubahan dari Sandiaga Uno. Menurut menteri tersebut, narasi itu seperti jebakan yang sulit dilepaskan karena esensi dari perubahan sendiri.

Jhon setuju dengan apa yang diucapkan oleh sosok yang pernah menjadi wakil gubernur dari Anies. Ia mengatakan narasi perubahan malah akan membuat suara dukungan menipis bahkan hilang karena, suka atau tidak suka, ada elemen masyarakat yang puas akan kinerja pemerintah saat itu.

Ini adalah jebakan yang telah menjebak Anies. Nama Koalisi Perubahan oleh karenanya menurut penggiat media sosial ini adalah kesalahan yang sangat fatal.

"Well said Sandiaga Uno. Nama koalisi perubahan adalah sebuah kesalahan," tegasnya seperti yang dikutip dari akun twitter pribadinya, Selasa (18/7).

Narasi perubahan membuat mantan gubernur itu kini tersudut menuju kubu yang anti-pemerintahan. Sentimen Anies dekat dengan kaum radikalis juga semakin kuat dalam benak masyarakat dari Indonesia.

"Dilemanya, (Anies) jadi tersudut ke anti pemerintah. Memang ngadrun itu tidak ada manfaatnya sama sekali," jelasnya menohok.

Kini Jhon melihat nasib dari sosok dari Anies. Menurutnya ia tak lebih dari sekedar sapi perah untuk meraih suara maupun elektabilitas dalam Pemilu 2024.

Baca Juga: Sebutkan Alasan Harus Memilih Anies, Surya Paloh Minta KPU dan Bawaslu Waspadai Musuh Bersama

Anies Baswedan sendiri sampai saat ini mengatakan dirinya akan teguh bersama dengan koleganya dalam Koalisi Perubahan. Pihaknya membawakan narasi bahwa mereka ingin menunaikan janji-janji kemerdekaan dari Indonesia.

Dirinya membantah bahwa ia memihak pada kelompok radikalis, hal ini ia sudah katakan berkali-kali dengan bukti rekam jejaknya sebagai seorang pejabat negara di DKI Jakarta.

Load More