Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, menyindir pemerintah soal dugaan dirinya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi bukan pendidikan.
Selain dana BOS, Panji Gumilang juga menyinggung uang triliunan rupiah hingga tanah ratusan hektare atas nama dirinya yang diumumkan oleh pemerintah.
"Rekening Panji Gumilang ... tanahnya 230 hektare karena itu pandangannya pandangan PNS, cara menggunakan uang seperti ini, ini swasta," kata Panji, dikutip Liberte Suara, Kamis (20/7/2023).
Panji Gumilang tegas menyebut dana itu digunakan untuk membangun fasilitas yang menguntungkan ponpes.
Oleh karenanya, ia memastikan tak ada tindakan korupsi yang terjadi di Al Zaytun.
"Yang penting dana yang masuk itu bisa digunakan menguntungkan cara memprotek supaya tidak korupsi di kampus kita ini, begitulah caranya. Triliunan tapi tidak ada korupsi beda kalau di PNS sana," ungkapnya.
Lebih lanjut Panji Gumilang menyebut, orang yang menghina dirinya akan kualat. Terlebih menurutnya, orang yang menyebutnya korupsi lebih muda darinya.
"Lo kok dikuyo-kuyo dana pendidikan ... Jangan mas, jangan dikuyo-kuyo dana pendidikan, kualat nanti, syekh kan lebih tua dari yang mengumumkan itu," tegas Panji Gumilang.
Pernyataan Panji Gumilang ini diduga ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Baca Juga: Soal Manuver Budiman, Omongan Denny Siregar Tajam: Mencegah yang Terburuk Berkuasa
Sebelumnya Mahfud menyebut, bahwa PPATK menemukan ratusan rekening atas nama Panji Gumilang.
Namun, rekening itu menggunakan nama yang berbeda-beda.
Ratusan rekening tersebut saat ini telah diblokir agar PPATK bisa memeriksa dan menganalisa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah
-
Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!
-
Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z
-
Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan
-
Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern
-
3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review
-
Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi