Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan bahwa partainya ingin melihat respons dari masyarakat atas seragam kampanye calon presiden (capres) Ganjar Pranowo berwarna hitam dan putih garis-garis vertikal.
"Terus terang saya masih melihat dulu reaksi dari publik terkait dengan baju hitam putih tersebut," kata Puan dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Senin (24/7/2023).
Namun demikian, Puan berharap masyarakat memberi respons positif. Alasannya, Ketua DPR RI itu menyamakan kemeja Ganjar itu seperti dengan dua seragam kampanye Presiden Joko Widodo sebelumnya.
"Kalau harapannya, harapannya itu bisa akan menjadi satu tren baru seperti waktu Pak Jokowi periode pertama dengan baju kotak-kotaknya kemudian dengan baju putihnya," ungkapnya, menambahkan.
Untuk harapan itu dapat terpenuhi, Puan tetap memastikan reaksi masyarakat terhadap baju hitam putih garis-garis milik Ganjar.
Ia juga optimis lantaran baju yang dipilih itu merupakan rancangan dari Presiden Jokowi.
"Tapi ya ini kita lihat dulu semoga apakah ini cocok ataukah enggak cocok ya kita lihat dulu," ujar Puan.
Sebelumnya, Ganjar menjadikan kemeja garis hitam putih vertikal sebagai pakaian khusus sekaligus identitas yang akan dikenakan selama kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024 pada Rabu (19/7/2023) kemarin.
Ganjar menyebut garis hitam putih itu merupakan representasi dari pesan Presiden Jokowi soal keberanian.
Baca Juga: Respons Ajakan Ganjar Pranowo Gabung Koalisi, Cak Imin Malah Kasih Jawaban Ini
"Hitam putih adalah keberanian. Hitam putih adalah sikap untuk tidak menjadi abu-abu. Sebuah keputusan untuk berkata ya atau tidak," ucap Ganjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Kapan Penutupan Pendaftaran SNBT 2026? Cek Cara Daftar dan Dokumen yang Dibutuhkan
-
Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Uzbekistan dan Gubernur-Wakil Gubernur Samarkand
-
Menolak Punah: Film Dokumenter Dandhy Laksono Ungkap Ancaman Mikroplastik dari Pakaian
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Kronologi Tersangka 58 Kg Sabu Kabur dari Ruang Pemeriksaan Polda Jambi, Masih Terborgol
-
5 Mobil Bekas Selain Toyota yang Efisien BBM dan Bandel, Performa Andal!
-
Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
4 Rekomendasi Mobil Toyota Bekas Paling Irit dan Bandel untuk Harian
-
Badan Usaha Beraset Triliunan: Konsep Koperasi di Buku Model BMI Syariah