- Pemerintah Indonesia sedang mengkaji aturan wajib mencantumkan nomor ponsel saat registrasi akun media sosial untuk memperjelas identitas pengguna.
- DPR RI mendukung kebijakan tersebut sebagai upaya efektif menekan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta aktivitas akun anonim berbahaya.
- Kebijakan ini diharapkan menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, akuntabel, dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi masyarakat.
Suara.com - Rencana pemerintah mewajibkan pengguna media sosial mencantumkan nomor ponsel saat registrasi akun mendapat dukungan dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai kebijakan tersebut dapat menjadi langkah efektif untuk menekan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga aktivitas akun anonim di ruang digital.
Menurutnya, identitas pengguna yang lebih jelas akan membuat aktivitas di media sosial menjadi lebih akuntabel dan bertanggung jawab.
Kebijakan ini juga diyakini mampu mengurangi keberadaan akun robot atau buzzer yang kerap memicu kegaduhan di internet melalui penyebaran informasi palsu.
“Dengan adanya identitas yang lebih jelas maka tidak ada lagi akun robot atau akun anonim yang dimanfaatkan untuk menyebarkan konten negatif, kebohongan, dan provokasi di media sosial,” ujar Oleh Soleh, dilansir dari laman Antara, Sabtu (23/5/2026).
Legislator yang membidangi komunikasi dan informatika itu menegaskan bahwa penggunaan media sosial perlu diatur secara tepat demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat.
“Pencantuman nomor ponsel penting agar setiap pemilik akun bertanggung jawab atas setiap pesan atau informasi yang disampaikan di media sosial,” katanya.
Tak hanya untuk menangkal hoaks dan disinformasi, kebijakan registrasi akun media sosial menggunakan nomor ponsel juga dinilai dapat membantu mengurangi berbagai modus penipuan digital yang semakin marak terjadi di platform online.
Meski demikian, Oleh Soleh mengingatkan agar regulasi tersebut dirumuskan secara matang dengan tetap menjaga perlindungan data pribadi masyarakat dan kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Nomor HP Akan Terintegrasi dengan Akun Media Sosial, Ini Respons XLSmart
“Regulasi yang tepat akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, edukatif, dan produktif bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Meutya Hafid sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji aturan wajib mencantumkan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial.
Kebijakan tersebut saat ini masih berada dalam tahap konsultasi publik. Menurut Meutya, langkah itu bertujuan memperjelas identitas pengguna agar setiap unggahan di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini yang sedang kita godok dengan konsultasi publik tentunya agar bagaimana orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya sehingga identitasnya jelas,” kata Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta.
Ia menjelaskan, saat ini pencantuman nomor ponsel saat membuat akun media sosial masih bersifat opsional. Dengan aturan baru nanti, pemerintah berharap pengguna menjadi lebih bertanggung jawab terhadap konten yang mereka unggah.
“Mereka menjadi akuntabel atau bertanggung jawab terhadap tulisan-tulisan yang ditayangkan,” ujar Meutya.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga berencana memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di ruang digital, terutama menghadapi ancaman misinformasi, disinformasi, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.
Berita Terkait
-
Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026
-
0831 Kartu Apa? Ini Daftar Provider dan Kode Prefix Terbaru
-
0895 Kartu Apa? Ini Provider dan Daftar Kode Prefix Selengkapnya
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
SUARA PUBLIK: Daftar SIM Card Pakai Wajah, Solusi Keamanan atau Beban Baru?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Galaxy Unpacked 22 Juli 2026 Samsung Siap Ungkap Hp Lipat dengan Fitur AI Terbaru
-
vivo Y500 Tantang Standar Smartphone Kelas Menengah, Usung Baterai 8100mAh dan AMOLED 1,5K
-
20 Kode Redeem FF Terbaru 8 Juli 2026: Klaim Bundle Spesial dan Diamond Gratis
-
6 Risiko Pakai iPhone WiFi Only, Jangan Buru-Buru Tergiur Harga Murah
-
Cari HP Midrange selain Xiaomi 17T? Ini 3 Pilihan yang Tak Kalah Mantap
-
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Dirilis, Tablet AI Snapdragon 8s Gen 4 dengan WPS Office PC Level
-
nubia dan REDMAGIC Resmi Luncurkan HP Gaming Terbaru, Hadirkan Teknologi Dual Cooling
-
HP OPPO Termurah Tipe Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik sesuai Review Pengguna
-
Bukan Paket Data Biasa, Telkomsel Rancang Internet Khusus untuk Kurir SiCepat
-
Bukan Paket Data Biasa, Telkomsel Rancang Internet Khusus untuk Kurir SiCepat