Bisnis / Energi
Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB
Suasana gelap gulita lampu padam di salah perumahan di Pekanbaru, Jumat (22/5/2026) malam. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal melanda sebagian wilayah Sumatera Utara pada 22 Mei 2026 dan memicu keluhan warga.
  • Gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di Aceh, Riau, hingga Sumatera Barat.
  • Publik mempertanyakan penyebab blackout karena dinilai berbeda dari mati lampu biasa.

Suara.com - Insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara pada Jumat (22/5/2026) menjadi perhatian publik.

Banyak warga mengeluhkan listrik padam serentak yang terjadi saat aktivitas malam sedang padat berlangsung.

Tak hanya di Sumatera Utara, gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Aceh, Riau, hingga Sumatera Barat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya karena pemadaman kali ini disebut berbeda dari mati lampu biasa. Kira-kira, apa penyebab Sumatera mati lampu?

Apa Penyebab Sumatera Blackout?

Ilustrasi pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatera [freepik]

Berdasarkan penjelasan sementara dari PLN, blackout ini disebut dipicu gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai yang terdeteksi mulai pukul 18.44 WIB.

Gangguan tersebut menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera bagian utara terpisah dan memicu kegagalan pasokan listrik secara luas.

"Gangguan terjadi pada jaringan transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV," tutur Ajrun Karim selaku General Manajer PLN UID Sumatera Barat, dilansir dari SuaraSumut.id–jaringan Suara.com.

"Hal ini menyebabkan sistem SBU (Sumatera Bangian Utara) dan SBT (Sumatera Bagian Tengah) terpisah, sehingga terjadi pemadaman total di wilayah utara," imbuhnya.

PLN menjelaskan bahwa blackout berbeda dengan pemadaman lokal yang biasanya hanya terjadi di satu kawasan akibat trafo rusak atau kabel putus.

Baca Juga: PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Dalam kasus blackout, gangguan terjadi pada sistem interkoneksi utama sehingga efeknya bisa menjalar ke banyak daerah dalam waktu singkat.

Akibat sistem kelistrikan yang saling terhubung, mekanisme proteksi otomatis langsung memutus aliran listrik demi mencegah kerusakan yang lebih besar pada pembangkit.

Karena itulah, proses pemulihan blackout tidak bisa dilakukan instan dan harus dilakukan bertahap melalui prosedur khusus bernama black start.

Kondisi Terkini di Sumatera, Apakah Sudah Pulih?

Ilustrasi mati lampu (Pixabay/Pexels)

Pasca insiden blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kondisi kelistrikan di Sumatera Barat (Sumbar) mulai berangsur pulih.

PLN memastikan seluruh gardu induk di wilayah tersebut kini sudah kembali menyala setelah sempat terdampak gangguan sistem kelistrikan trans-Sumatera.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan tim teknis masih terus bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh.

Load More