- Penguatan nilai tukar dolar AS menyebabkan tekanan harga pada produk Apple di Indonesia yang berpotensi memicu penyesuaian harga.
- PT MAP Zona Adiperkasa menjaga keterjangkauan produk melalui kemitraan pembiayaan, cicilan nol persen, dan program tukar tambah perangkat lama.
- Minat beli masyarakat terhadap produk Apple di Indonesia terpantau masih stabil meski terjadi fluktuasi nilai tukar dolar global.
Suara.com - Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mulai memberikan tekanan pada harga berbagai produk gadget di Indonesia, termasuk perangkat Apple seperti iPhone, MacBook, hingga iPad.
Meski begitu, PT MAP Zona Adiperkasa memastikan pihaknya terus mencari cara agar produk Apple tetap terjangkau bagi konsumen Tanah Air.
GM Marketing Apple Business PT MAP Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih, mengakui fluktuasi dolar memang berdampak langsung terhadap penentuan harga jual produk Apple di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut berada di luar kendali perusahaan karena berkaitan dengan nilai tukar global.
“Kalau ngomong kenaikan dolar, itu sesuatu yang enggak bisa kita kontrol. Sudah pasti akan ada efek ke pricing produk,” ujar Farah saat peluncuran MacBook Neo di Jakarta, Jumat (23/5/2026).
Meski ada potensi penyesuaian harga, Farah menegaskan pihaknya tetap berupaya menjaga agar produk Apple tetap mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai program pembiayaan dan promo menarik.
“Kita ingin selalu membuat produk Apple itu affordable untuk semua orang. Makanya sekarang kita tetap bekerja sama dengan financing partner seperti bank-bank dan layanan paylater,” katanya.
Menurut Farah, kolaborasi dengan lembaga pembiayaan menjadi strategi utama untuk menekan dampak kenaikan harga akibat kurs dolar.
Konsumen kini masih bisa menikmati berbagai penawaran seperti cicilan 0 persen, gratis cicilan beberapa bulan, hingga promo trade-in perangkat lama.
Baca Juga: MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar
“Dengan trade-in produk sebelumnya itu akan mengurangi harga produk tersebut. Jadi walaupun secara dolar ada kenaikan, dengan semua promo yang bisa kita kasih, masyarakat masih lebih mudah mendapatkannya,” jelasnya.
Farah juga menyebut hingga saat ini kenaikan dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap minat beli masyarakat terhadap produk Apple.
Permintaan perangkat seperti MacBook dan iPhone disebut masih stabil di pasar Indonesia.
“Sejauh ini tidak mempengaruhi. Walaupun dolar naik, kebutuhan masyarakat terhadap teknologi tetap jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan dukungan dari partner pembiayaan membuat konsumen tetap bisa membeli produk Apple dengan skema pembayaran yang lebih ringan.
“Kalau pakai paylater bahkan ada yang bunganya 0 persen. Jadi walaupun ada kenaikan dari segi dolar, dengan bantuan financing partner masyarakat masih bisa dengan mudah mendapatkan produk Apple,” kata Farah.
Berita Terkait
-
MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar
-
Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas
-
Chef Arnold Kena Cibir Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar
-
Bocoran Kalender Rilis Gadget 2026: Dari iPhone Lipat hingga HP Baterai Monster 7.000 mAh
-
Self-Reward Akhir Tahun: Dari Konsol Genggam hingga Laptop AI, Ini Rekomendasi Gadget dari Lenovo
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600
-
Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB