Penggiat media sosial, Tras Rustamaji menyoroti babak baru dari polemik terkait dengan renovasi dari Jakarta International Stadium (JIS). Hal ini menyusul surat cinta dari federasi sepak bola dunia (FIFA).
Banyak pihak yang mempermasalahkan pernyataan bahwa rumput stadion tersebut perlu untuk direnovasi, pasalnya instruksi dari lembaga tersebut nyatanya berdasarkan rekomendasi dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Hal ini menjadi polemik terbaru dan menguatkan sentimen bahwa ada politisasi dalam renovasi dari JIS. Tras sendiri menilai ini adalah bagian kecil dari kesalahan yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
"Erick salah langkah di awal, pakek ngundang pedagang rumput untuk inspeksi JIS," tegasnya lewat akun twitter pribadinya sepert dilansir pada Sabtu (29/7).
Menurutnya, sosok tersebut seharusnya tak memutuskan renovasi berdasarkan dengan kehendak sendiri apalagi dasarnya pandangan pihak yang kurang memiliki pengetahuan terkait dengan infrastruktur sepak bola. Efek dilakukannya hal tersebut adalah polemik yang berkepanjangan.
Sejumlah pihak diketahui menilai bahwa ada politisasi dalam renovasi ini. Ini menyusul bagaimana stadion tersebut merupakan salah satu rekam jejak dari Bakal Calon Presiden Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.
"Sekarang udah kadung masuk politis jadinya sekalian aja lobby FIFA," tuturnya.
Sementara itu, Erick Thohir sendiri menyangkal ada politisasi dalam renovasi dari JIS. Ia menilai bahwa perombakan stadion tersebut telah sesuai dengan instruksi yang datang dari FIFA. Selain itu, hal tersebut juga bagian dari upaya pemerintah untuk menyukseskan ajang dari Piala Dunia U-17.
"Kita di PSSI tidak mungkin bermain di isu politik, kita ingin sukses U-17. Saya bersabar tidak ingin statement yang lebar. Tentu dengan surat tertulis FIFA ini keberlanjutan dari ratas [rapat terbatas] dan ini makanya ada renovasi," ucap Erick Thohir.
Baca Juga: Bocoran Lembaga Survei dari Negara Maju: Anies Keok sama Circle Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi