/
Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:02 WIB
Koreografi Jakmania saat Persija Jakarta menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (30/7/2023). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

Pentolan Bonek, Andie Peci kembali memberikan kritikan meohok terkait dengan manuver dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ini terkait dengan pelarangan suporter saat bertamu menuju kandang lawan dalam Liga 1.

Menurut penggemar sepak bola ini, tak ada efek berarti yang diciptakan oleh larangan tersebut. Malah sebaliknya ia membuat pembenahan sikap dari supporter menjadi sulit untuk dilakukan di Indonesia.

"Pelarangan suporter away demi transisi perbaikan sepak bola Indonesia hanyalah omong kosong," cuitnya seperti yang dilansir dari @AndiePeci pada Selasa (1/8).

Ia mengatakan bahwa tujuan kebijakan tersebut diciptakan demi perbaikan ekosistem sepak bola tanah air hanya omong kosong belaka, bahkan terkesan politis.

Andie mengatakan, selama ini induk sepak bola tanah air tak memiliki andil besar dalam mendinginkan maupun menghilangkan rivalitas suporter tim sepak bola di Indonesia.

"Memang pernah punya andil apa PSSI dlm mendinginkan hubungan antar suporter? Nol besar," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa keputusan untuk melarang pendukung lawan melakukan away day disesuaikan dengan surat FIFA terkait transformasi sepak bola Indonesia dan tahun politik.

"Saya sangat mengapresiasi inisiasi baik kerja sama para suporter. Ketika saya terpilih sebagai Ketua PSSI, satu di antaranya memastikan suporter pulang ke rumah dengan selamat," ujar Erick Thohir.

"FIFA dalam surat ke Presiden Jokowi menyampaikan bahwa transformasi sepak bola tidak mungkin terjadi tanpa transformasi suporter. Dari PT LIB, memberikan kepada kami hasil urun rembuk dengan kepolisian," ungkapnya.

Load More