- Menteri Keuangan menyatakan restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta Bandung terhambat karena proses administrasi yang berjalan sangat lambat.
- Pemerintah telah menyepakati keputusan restrukturisasi utang tersebut melalui koordinasi antara Kementerian Keuangan dengan pihak Danantara di Jakarta.
- Pemerintah kini sedang menyelesaikan administrasi akhir sebelum mempresentasikan skema pembayaran utang kepada pihak kreditur dari negara China.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau restrukturisasi utang Whoosh atau Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) berjalan lambat dalam proses administrasi.
Padahal Menkeu Purbaya sudah mengakui kalau Pemerintah sudah menetapkan keputusan restrukturisasi utang Whoosh sejak sebulan lalu.
"Di whoosh itu keputusannya sudah sebulan lebih tuh. Saya juga heran. Kenapa prosesnya lambat. Iya, betul administrasinya lelet. Tapi, keputusannya sudah selesai," katanya saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (15/5/2026).
Purbaya mengakui kalau diskusi antara Kemenkeu dan Danantara sudah selesai. Hanya saja mereka masih menjaga agar selanjutnya tidak ada proses hukum yang terlewat.
"Kita sama Danantara sudah clear. Cuma, dijaga jangan sampai nanti ada proses hukum yang terlewat sehingga kita repot," lanjutnya.
Ia berdalih kalau keputusan restrukturisasi utang Whoosh sudah selesai. Kini pihak Danantara sudah mengirim surat ke Kemenkeu terkait proses administrasi.
"Jadi, Danantara sudah meminta ke kita. Nanti kita balas. Biar bisa, secara administrasi bisa diproses dengan benar. Tapi keputusannya sudah selesai, tinggal dirapikan. Bukan salah saya kan. Danantara kan juga lambat kan. Tapi enggak, akan cepat," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengantongi solusi konkret terkait kewajiban pembayaran tersebut. Saat ini, tim lintas kementerian tengah melakukan penyempurnaan akhir (fine-tuning) sebelum dipresentasikan secara resmi kepada pihak kreditur di Negeri Tirai Bambu.
"Solusinya sudah ada dan itu akan dilengkapi oleh tim untuk bicara dengan pihak China-nya. Kemarin kita juga sudah sounding. InsyaAllah ini bisa selesai," ujar Rosan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
Penyusunan skema ini bukan langkah tunggal. Rosan menyebut kolaborasi intensif dilakukan antara kementeriannya dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah serta Kementerian Keuangan.
Meski optimisme membuncah, Rosan masih menutup rapat rincian skema tersebut, termasuk isu sensitif mengenai keterlibatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berita Terkait
-
Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
-
Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa
-
Paylater: Utangnya Tak Seberapa, Bunganya Bikin Boncos!
-
Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan
-
Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan
-
RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir
-
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
-
Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
-
Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi
-
Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
-
Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam
-
Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna