Menteri BUMN Erick Thohir muncul sebagai salah satu calon wakil presiden (cawapres) yang berpotensi mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Namun, pengamat politik Burhanudin Muhtadi menilai Erick Thohir bakal sulit mendapatkan tiket cawapres dari Prabowo lantaran Ketua Umum PSSI itu bukan satu-satunya kandidat.
Terlebih, kata Burhanudin, Erick Thohir bukan kader partai politik manapun hanya saja ia di-endorse oleh Partai Amanat Nasional (PAN) pemegang presidential threshold 20%.
"Erick Thohir sulit untuk mendapatkan tiket sebagai cawapres Prabowo Subianto, apalagi Erick Thohir bukan orang partai," katanya dalam pernyataan, dikutip Liberte Suara, Rabu (2/8/2023).
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia melihat masih ada nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai pesaing kuat Erick Thohir yang ingin duduk di kursi cawapres.
"Muhaimin Iskandar sendiri adalah Ketua Umum PKB yang sangat berkeinginan menjadi cawapres Pak Prabowo," tuturnya.
Kesulitan Erick Thohir menjadi pendamping Prabowo makin terlihat ketika Burhanudin menengok Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang digawangi oleh PKB dan Gerindra.
Burhanudin meyakini Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, diberi prioritas menjadi cawapres Prabowo lantaran PKB dan Gerindra sudah memiliki kontrak politik.
"Jadi kalau melihat dari skema Koalisi Indonesia Raya sepertinya prioritas akan diberikan kepada Cak Imin," ungkapnya.
Baca Juga: Sindir Soal Pengorbanan Ayah, Arya Saloka Tak Diizinkan Putri Anne untuk Bertemu Anaknya?
Lebih lanjut Burhanudin menduga, peluang Erick Thohir masih terbuka karena keputusan Cak Imin dan Prabowo belum diumumkan.
"Tetapi semua bisa berubah jika Cak Imin menyetujui nama lain di luar dirinya," pungkas Burhanudin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar