Ekonom senior Faisal Basri mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kian melambat lantaran ekonomi tumbuh semakin tidak berkualitas.
Penyebabnya, kata Faisal Basri, pertama gagalnya pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang bermutu. Hasilnya, lahir pekerjaan sektor informal yang segala sesuatunya tidak terukur.
"Jadi sekarang orang yang bekerja itu sebagian besar adalah pekerja informal, kalau pekerja informal gajinya nggak teratur, tidak ada jam kerja, tidak ada jaminan hari tua dan sebagainya," kata Faisal Basri dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (8/8/2023).
Lebih lanjut, Faisal Basri mengungkapkan fenomena tersebut memengaruhi lahirnya masyarakat miskin baru. Meskipun dalam data terbaru jumlah orang miskin sudah di bawah 10%.
"Jadi orang miskin memang turun terus walaupun penurunannya itu melambat, udah di bawah 10% jumlah orang miskin itu," ujarnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh sebagian kelompok orang kaya yang jumlahnya sedikit sehingga muncul kesenjangan ekonomi baru. Meski sedikit jumlah mereka ternyata terus tumbuh, bahkan setelah pandemi Covid-19.
"Sementara kalau kita lihat jumlah orang kaya meningkat terus gitu," tutur Faisal Basri.
Orang-orang kaya itu dikategorikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki aset keuangan di atas satu juta dolar Amerika Serikat. Di Indonesia jumlahnya mengalami peningkatan.
"Jadi jumlah orang kaya itu yang kekayaannya di atas satu juta dolar, itu data dunia ya dibandingkan dengan negara-negara, meningkat terus dari 116.000 jadi 171.000 setelah Covid-19," pungkas Faisal Basri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi