/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 12:01 WIB
Ilustrasi Jakarta (Pexels.com/Alifia Harina)

Ekonom senior Faisal Basri mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kian melambat lantaran ekonomi tumbuh semakin tidak berkualitas. 

Penyebabnya, kata Faisal Basri, pertama gagalnya pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang bermutu. Hasilnya, lahir pekerjaan sektor informal yang segala sesuatunya tidak terukur.

"Jadi sekarang orang yang bekerja itu sebagian besar adalah pekerja informal, kalau pekerja informal gajinya nggak teratur, tidak ada jam kerja, tidak ada jaminan hari tua dan sebagainya," kata Faisal Basri dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (8/8/2023).

Lebih lanjut, Faisal Basri mengungkapkan fenomena tersebut memengaruhi lahirnya masyarakat miskin baru. Meskipun dalam data terbaru jumlah orang miskin sudah di bawah 10%.

"Jadi orang miskin memang turun terus walaupun penurunannya itu melambat, udah di bawah 10% jumlah orang miskin itu," ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh sebagian kelompok orang kaya yang jumlahnya sedikit sehingga muncul kesenjangan ekonomi baru. Meski sedikit jumlah mereka ternyata terus tumbuh, bahkan setelah pandemi Covid-19.

"Sementara kalau kita lihat jumlah orang kaya meningkat terus gitu," tutur Faisal Basri.

Orang-orang kaya itu dikategorikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki aset keuangan di atas satu juta dolar Amerika Serikat. Di Indonesia jumlahnya mengalami peningkatan.

"Jadi jumlah orang kaya itu yang kekayaannya di atas satu juta dolar, itu data dunia ya dibandingkan dengan negara-negara, meningkat terus dari 116.000 jadi 171.000 setelah Covid-19," pungkas Faisal Basri.

Baca Juga: Sudah Berusaha Sekuat Tenaga Hilangkan Tato Wajah Syahnaz, Hendric Shinigami ke Rendy Kjaernett: Gue Pamit dari Permasalahan Lu

Load More