Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti teguran kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang dilayangkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait pembayaran utang BUMN Karya menggunakan APBN.
"Itu teguran yang pasti bukan berasal sendiri dari Pak Menteri PUPR. Menteri PUPR mungkin menduga bahwa ini akan jadi soal di kemudian hari," kata Rocky seperti dikutip Liberte Suara, Jumat (18/8/2023).
Dia melanjutkan, teguran yang dilayangkan Menteri PUPR seperti sudah dikoordinasikan dengan sejumlah kementerian, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Joko Widodo.
"Menteri PUPR pasti dapat sinyal dari Sri Mulyani juga atau bahkan dari Presiden Jokowi yang melihat bahwa Erick Thohir ini ugal-ugalan," jelas Rocky.
"Jadi kita mesti tahu bahwa teguran dari Menteri PUPR pada Menteri BUMN itu artinya teguran yang bukan sekadar datang bukan dari pribadi Menteri PUPR jadi ada koordinasi dengan lembaga-lembaga strategis," sambungnya.
Rocky meminta Erick Thohir memahami teguran tersebut lantaran BUMN dibentuk dengan tujuan bukan untuk menumpuk utang, melainkan menyejahterakan rakyat.
Dalam pengamatannya, Rocky menduga menurunnya performa BUMN juga dipengaruhi ambisi politik yang dimiliki Erick Thohir. Contohnya adalah dia mengincar posisi calon wakil presiden (cawapres) 2024.
"Jadi Pak Erick Thohir mesti baca itu sebagai teguran tentang ugal-ugalan dia. Dan kenapa dia ugal-ugalan ya karena dia enggak fokus pada BUMN, dia fokus pada politik,"
Sebagai informasi, surat dari Basuki ke Erick Thohir disampaikan oleh Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja. Menurutnya, isi surat itu hanya pesan agar BUMN memisahkan persoalan restrukturisasi dengan proyek garapannya, terkhusus proyek strategis nasional (PSN).
Baca Juga: Pidato Kenegaraan Jokowi, Pengamat: Kok Enggak Bahas Soal Korupsi?
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja sebelumnya mengatakan, surat tersebut berisikan pesan agar BUMN memisahkan persoalan restrukturisasi dengan proyek garapannya, terkhusus proyek strategis nasional (PSN).
"Pak Menteri (PUPR) sudah menyurati Menteri BUMN, menyampaikan ada proyek-proyek strategis nasional atau proyek-proyek prioritas. Jumlahnya hampir Rp 118 triliun. Itu yang bersumber dari APBN termasuk IKN, itu yang hanya di BUMN Karya," kata Endra di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, dikutip Detik, Jumat (9/8/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor
-
Menyusun Kembali Hidup yang Hilang dalam Novel Silence
-
Gara-gara Jagung Bakar, Klinik Bidan di Bandar Lampung Nyaris Ludes Dilalap Api
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain
-
Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI
-
Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
-
Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
-
KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial