/
Sabtu, 19 Agustus 2023 | 10:50 WIB
Sidang Tahunan DPR MPR ; Presiden Joko Widodo ; Jokowi (Suara.com/Alfian Winanto/Pool via Dokumentasi Parlemen)

Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Byarwati memberikan kritikan menohok terkait dengan pidato kenegaraan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI.

Ia menilai bahwa ucapan orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut tak sesuai dengan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

Menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang harus diatasi oleh pemerintah khususnya terkait dengan bidang ekonomi. Ini tentu akan menghambat mimpi yang ingin diwujudkan oleh Jokowi.

“Presiden Jokowi dalam pidatonya tadi mengatakan bahwa ekonomi kita kian membaik. Lalu, beliau pun mengutarakan optimismenya bahwa Indonesia akan menjadi raksasa ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang. Namun, faktanya di lapangan menunjukkan bahwa masih cukup banyak masalah yang tampaknya belum bisa diatasi oleh pemerintah”, ujar Anis seperti dilansir pada Sabtu (19/8).

Anis pun mencontohkan beberapa masalah perekonomian bagi rakyat yang perlu dibenahi secara serius oleh pemerintah. Dari lapangan pekerjaan hingga kemiskinan ekstrem masih bisa dijumpai di Indonesia.

“Kita masih menyaksikan di tengah masyarakat, begitu sulitnya mendapatkan pekerjaan. Lapangan kerja terlalu sedikit. Selain itu, kemiskinan ekstrem masih ada di Indonesia, dan target pemerintah untuk menghapus kemiskinan esktrem di tahun 2024, rasanya masih sulit tercapai”, ungkapnya.

Anis pun meminta agar pemerintah untuk mampu menciptakan terobosan guna mendorong roda perekonomian nasional, khususnya dalam melakukan recovery pasca covid.

“Dampak pandemi di sektor ekonomi itu belum sepenuhnya pulih. Harga-harga mahal sehingga daya beli masyarakat masih relatif rendah. Ditambah, penurunan kemiskinan yang belum optimal. Di sisi lain, kita melihat kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin melebar. Oleh sebab itu, pemerintah harus berhenti untuk membuat kebijakan yang menyusahkan rakyat, fokus untuk mengembalikan kestabilan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan harga-harga kebutuhan terjangkau oleh masyarakat”, pungkas Anis.

Load More