- Kemensos beri santunan adaptif Rp15 juta per keluarga untuk 23 prajurit Marinir gugur di Cisarua, Bandung Barat.
- Menteri Sosial Gus Ipul serahkan total santunan Rp345 juta di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2/2026).
- Kemensos akan lakukan asesmen lanjutan untuk pemberian bantuan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga prajurit yang ditinggalkan.
Suara.com - Kementerian Sosial beri santunan berupa bantuan adaptif kepada keluarga 23 prajurit Korps marinir TNI AL yang gugur akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada akhir Januari 2026 lalu. Masing-masing keluarga diberikan santunan uang tunai sebesar Rp15 juta, sehingga yang disalurkan Kemensos totalnya mencapai Rp345 juta.
Santuan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada perwakilan keluarga korban yang hadir di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Gus Ipul meminta agar tidak melihat nominal santunan yang diberikan, melainkan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
"Jangan dilihat jumlahnya, rupiahnya, tapi ini adalah bentuk untuk saling menguatkan, sambung rasa, yang mana dalam arti yang paling penting bahwa kita akan terus menyambung,” kata Gus Ipul dihadapan para keluarga korban di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Gus Ipul mendoakan seluruh prajurit yang gugur saat berlatih itu termasuk dalam kelompok mati syahid atau meninggal dalam keadaan mulia
Selain santunan Rp15 juta per keluarga, Gus Ipul menambahkan kalau Kemensos juga akan lakukan asesment untuk pemberian bantuan pemberdayaan. Bantuan itu diberikan untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap mandiri secara ekonomi.
“Kita harus asesmen dulu, kira-kira dukungan apa yang diperlukan setelah ini. Mungkin ada yang mau membuka usaha, atau memerlukan pendidikan keterampilan, atau hal-hal lain seperti pelatihan-pelatihan,” tuturnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa pemberian seluruh bantuan itu telah menjadi skema nasional yang pasti dilakukan Kemensos tiap kali ada bencana.
Peristiwa tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada akhir Januari 2026 menelan korban dari satuan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, di mana 23 prajurit Marinir tertimbun material longsor saat menjalani latihan persiapan penugasan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.
Baca Juga: Mata Tua Bersinar Kembali: Kemensos Bagi-Bagi Harapan Lewat Operasi Katarak Gratis di 5 Kabupaten
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
-
Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: Swasensor dan Narasumber yang Diam Jadi Tantangan Baru
-
Tok! DPR Sahkan 8 Anggota Baznas RI Periode 2025-2030 dalam Rapat Paripurna, Ada Nama Eks Wamenag
-
DPR Gelar Rapat Paripurna ke-13 Hari Ini, Ada Tiga Surat Dari Presiden Dibacakan
-
Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!
-
3 Jam Bareng 22 Pengusaha APINDO di Hambalang, Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja
-
Respons KPK Soal 'Negara Menyuap Negara' di Kasus Suap PN Depok: Ada Niat Jahat yang Bertemu
-
Dua Rumah di Jalan Bangka Ludes Terbakar Subuh Tadi
-
Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?
-
Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi