Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini kembali memberikan tugas baru untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Ia diminta untuk memimpin penanganan polusi udara dalam wilayah dari DKI Jakarta.
Hal ini rupanya banyak dikritik oleh sejumlah elemen masyarakat, banyak yang menilai bahwa presiden seperti mengistimewakan sosok itu karena memberikan sejumlah tugas maupun jabatan untuk Luhut.
Namun hal berbeda dilontarkan oleh Elite Partai Solidaritas Indonesia, William A. Sarana. Dirinya mengatakan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh Jokowi.
"Banyak yang kritik: Luhut lagi Luhut lagi, mentri segala urusan, bla-bla. Ini wajar! Karena dia Menko yang membawahi tujuh Mentri," ungkap dari @willsarana, dilansir pada Rabu (30/8).
Alasannya adalah karena pejabat negara tersebut adalah seseorang yang memang memiliki wewenang secara tidak langsung untuk menangani hal itu.
"Dalam konteks polusi udara memang masuk dalam kewenangan Luhut khususnya dengan Mentri Lingkungan Hidup dan Dishub," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Pangkas Waktu ke Palabuhanratu, Jalan Malasari-Cianten Bakal Ditembuskan ke Sukabumi