Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berkomitmen membangun sepak bola putri dan bersinergi dengan berbagai pihak. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PSSI II Ratu Tisha usai peresmian Stadion sekaligus menyaksikan laga final turnamen sepak bola putri 2023 di Stadion Supersoccer Arena, Kudus.
Ratu Tisha mengakui pembinaan sepak bola putri memang belum menyeluruh, karena baru ada beberapa di beberapa provinsi. Sementara untuk jenjang pembinaannya juga harus dibenahi, mulai dari setiap kompetisinya hingga setiap ekosistem antara klub dan sekolah.
Adanya inisiatif swasta membangun ekosistem sepak bola putri, kata dia sangat disambut dengan baik karena nantinya akan ada pembenahan yang dimulai sinergi dengan sekolah. Level bawah ini bisa mencakup area yang jauh lebih besar, dengan satu tujuan, yakni mengenalkan sepak bola kepada putri.
“Hal terpenting, membuat mereka senang bermain sepak bola. Setelah itu, barulah tugas selanjutnya menjaga kelangsungan ekosistem,”tambahnya. Menurutnya ini satu sistem yang harus dipromosikan bersama-sama untuk membiasakan kaum hawa memiliki kepercayaan diri yang baik, dan mereka percaya diri bermain dengan laki-laki. Meski nantinya diusia tertentu harus berpisah.
Dalam beberapa pembicaraan, kata Tisha ekosistem pemain sepak bola putri tidak akan tumbuh Ketika tidak ada ekosistem pelatih yang baik dan ekosistem wasit yang baik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati