Suara.com - Kopi Wamena yang telah diracik menjadi kopi khas Papua, ternyata menjadi salah satu sajian yang diminati --bahkan jadi primadona-- pengunjung Festival Danau Sentani (FDS) yang digelar sepanjang 19-23 Juni lalu.
"Banyak pengunjung yang berminat, hingga kami meraup untung cukup banyak, sekitar Rp10 juta dari hasil penjualan kopi saja," ungkap Usai Gombo, salah satu karyawan Kedai Kopi Wamena, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (24/6/2014).
Untuk diketahui, kedai kopi dimaksud memang meracik kopi Wamena menjadi sajian bernama "Baliem Blue Coffee", yang dijual di arena FDS. Ajang ini sendiri digelar di lokasi bibir Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Gombo mengatakan, selama gelaran FDS, banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempatnya khusus untuk mencicipi kopi yang telah diekspor ke benua Amerika dan negara-negara Asia itu.
"Kurang lebih 1.000 bungkus kopi, mulai dari ukuran sedang dan besar, yang terutama laku. Harganya cukup terjangkau, dari Rp20.000 sampai Rp50.000 per gelas," katanya pula.
Para pengunjung usahanya di FDS itu, kata Gombo lagi, selain mencicipi segelas kopi, juga banyak yang membeli kemasan kopi yang siap diekspor.
"Rata-rata pengunjung yang datang mengatakan Baliem Blue Coffee memiliki cita rasa tersendiri. Segelas kopi kami hargai Rp10.000, dan itu pun mereka harus antre untuk membelinya," katanya.
Ke depan, lelaki berambut gimbal ala Bob Marley itu menyatakan ingin terus berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut, dengan harapan para wisatawan lokal maupun mancanegara bisa semakin tahu dengan Baliem Blue Coffee.
Baliem Blue Coffee merupakan olahan biji kopi Arabica asli Papua, yang berasal dari Kota Wamena dan Lembah Kamuu di Kabupaten Dogiay. Gombo menyebut, tempat produksi Baliem Blue Coffee yang ia jual itu ada di Kampung Harapan Kompleks SPMA, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Gombo juga mengatakan bahwa hasil olahan biji kopi tersebut selain dikirimkannya ke Amerika dan negara lain, sebagian juga sudah disuplai ke berbagai tempat di Jakarta dan Pulau Jawa.
"Setiap tahunnya kami memproduksi satu ton kopi (dikirim) ke Amerika, dan sisanya dikirimkan ke tanah Jawa," ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Lampung Kian Ramai, Hotel Transit Modern Jadi Kebutuhan Wisatawan dan Pebisnis
-
Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG
-
4 Shio Paling Beruntung dan Panen Rezeki pada 4 Juni 2026: Ada Kuda hingga Monyet
-
5 Minyak Kemiri untuk Mengatasi Rambut Rontok, Bantu Menguatkan Akar dan Bikin Tebal
-
Bedak Padat yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
Hangat dan Playful, Karakter Gemas Zo&Friends Hadir dalam Koleksi Fashion Baru
-
Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung
-
Berapa Lama Menumbuhkan Rambut Pakai Minyak Kemiri? Ini Penjelasan dan Faktanya
-
4 Sepatu Lokal Aerostreet Paling Laris di Shopee, Cek Review dan Harganya
-
Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru