Suara.com - Sebuah studi baru memperingatkan, anak-anak yang memiliki tubuh sehat, tetapi diobati dengan hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH) -- agar dapat menjadi lebih tinggi -- dapat menjadi lebih tertekan dan menarik diri dari waktu ke waktu.
"Suntikan harian, kunjungan klinik yang sering dan berulang, diskusi tentang tinggi, mungkin dapat memperburuk," kata Emily Walvoord, seorang profesor klinis pediatri di Indiana University School of Medicine di Amerika Serikat seperti dilansir dari Zeenews.
Hal ini, lanjut dia, dapat meningkatkan kekhawatiran psikososial pada anak sehat dengan kondisi idiopathic short stature (ISS-perawakan pendek yang belum diketahui penyebabnya), yang justru memperburuk mereka dalam segi kognitif.
Sementara, hubungan antara penggunaan hormon pertumbuhan untuk meningkatkan tinggi dan adaptasi psikologis yang harus ditingkatkan, hingga kini masih diperdebatkan.
Data awal menunjukkan bahwa masalah kognitif halus terlihat pada orang dewasa dengan defisiensi hormon pertumbuhan (GHD). Hal ini juga mungkin terjadi pada anak-anak dengan GHD dan memperbaikinya dengan cara pengobatan.
Temuan ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa pengobatan GH terhadap anak-anak ISS yang sehat akan memperburuk gejala emosionalnya.
Depresi dan menarik diri dari waktu ke waktu adalah salah satu gejala anak GHD dan ISS yang dirawat dengan kondisi psikologis semakin memburuk.
"Temuan kami meningkatkan kekhawatiran bahwa meskipun perbaikan tinggi, anak-anak ini tidak mungkin mencapai manfaat psikososial," tambah Walvoord.
Berita Terkait
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak
-
Geger Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sadari 5 Perubahan Perilaku Anak Korban Kekerasan
-
Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Powder Blush vs Liquid Blush: Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?
-
5 Lip Tint yang Stain-nya Tahan Lama, Murah dan Tak Bikin Bibir Kering
-
5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
-
UNIQLO x Cecilie Bahnsen Debut di Indonesia, Koleksi Feminin Romantis Siap Jadi Statement Daily Wear
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci Perempuan Lebih Percaya Diri Kelola Bisnis
-
Sepeda Hybrid Cocok Buat Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik dengan Harga Bersahabat
-
Sepatu Salomon Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah untuk Hiking dan Aktivitas Outdoor
-
Mendekati Usia 30? Ini Cara Simpel Jaga Elastisitas Kulit Biar Tetap Kencang dan Glowing
-
Siapa Ayah Sambung Syifa Hadju? Ini Profil Andre Ariyantho yang Jadi Sorotan
-
Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah