Suara.com - Sebuah distrik di Cina mengeluarkan sebuah kebijakan khusus untuk pasangan suami-istri yang ingin bercerai. Di wilayah itu, setiap harinya, kantor pemerintah hanya menerima 15 permohonan perceraian.
Aturan yang diberlakukan sejak Maret 2012 itu dikeluarkan oleh Distrik Chang'an, Kota Xi'an karena meroketnya jumlah pasangan yang bercerai di Cina.
Kebijakan di wilayah kecil dengan populasi lebih dari sejuta jiwa itu menjadi perdebatan di Cina setelah satu pasangan yang gagal mengajukan perceraian mengadukan pemerintah kota itu ke sebuah media milik pemerintah.
Di tengah derasnya kritikan terhadap kebijakannya, pemerintah Distrik Chang'an mengatakan bahwa aturan itu dibuat karena angka perceraian di wilayahnya sudah mengkhawatirkan.
"Tujuannya untuk menyelamatkan keluarga-keluarga dari perceraian yang terburu-buru," kata Lin Wenhui, kepala bidang registrasi pernikahan di biro catatan sipil Chang'an.
"Beberapa pasangan, bahkan setelah diberikan kesempatan untuk mendaftarkan perceraian, membatalkan perceraian setelah diberi waktu untuk berpikir kembali," sambung Lin.
Tetapi Chang'an bukan satu-satunya pemerintah lokal di Cina yang dinilai membatasi kebebasan warganya untuk bercerai. Pada Februari lalu pemerintah Xuzhou memantik kemarahan 9 juta warganya karena menolak mengurus perceraian yang diajukan pada hari Valentine.
Meski demikian angka perceraian di Cina, menurut statistik pemerintah, terus meroket dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu di Xi'an saja ada 17.670 pasangan yang mengajukan perceraian. Sementara secara nasional, angka perceraian setiap tahunnya mencapai 3,5 juta pasangan. (CNN)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money