Suara.com - Keberadaan Candi Borobudur yang ditemukan Raffles pada tahun 1814 atau 200 tahun lalu itu hingga saat ini terus dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara.
Candi Buddha terbesar di dunia ini bukan hanya sebagai sumber pendapatan di bidang kepariwisataan bagi negara, melainkan keberadaan candi ini juga ikut memacu berkembangnya desa wisata di wilayah Borobudur.
Bahkan, keberadaan warisan budaya dunia ini menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi para pelaku seni, khususnya seni rupa di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ketua Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Umar Chusaeni mengatakan bahwa Candi Borobudur merupakan sumber informasi. Jadi, manfaat secara langsung dan tidak langsung sangat banyak terhadap perkembangan seni budaya di sini.
"Seniman perupa seperti saya ini, Candi Borobudur ibarat sebuah perpustakaan, tentu bagi yang mau belajar, semua terdapat di situ. Apa yang terpahat di dinding candi ini sebuah pembelajaran tentang seni budaya. Candi Borobudur kami nilai sebagai pusat seni budaya dunia," katanya.
Umar Chusaeni mengatakan bahwa seniman bisa menggali ilmu di candi tersebut untuk mengetahui bagaimana mengekspresikan jiwa seni. Keberadaan Candi Borobudur ibaratnya mau menggali sejauh mana pun tidak ada habisnya.
"Jadi, manfaat Borobudur terhadap seni budaya, perkembangan, dan kesejahteraan seniman itu sebetulnya luar biasa. Ini yang saya rasakan walaupun mungkin belum banyak seniman atau masyarakat yang tahu manfaat dari Borobudur itu," katanya.
Menurut dia, tidak harus menjual tiket untuk mendapatkan uang dari Borobudur, tetapi lebih ke keberadaan Borobudur sendiri yang membuat orang tertarik untuk datang ke sini otomatis ini sebuang peluang.
"Kami sebagai seniman harus cerdas dan kreatif melihat peluang itu menjadi sebuah sumber inspirasi, sumber kesejahteraan, dan sumber ekonomi. Apalagi, dengan makin banyaknya wisatawan mengunjungi Candi Borobudur ini peluang seniman untuk bisa menunjukkan jati diri, menunjukkan karyanya ke dunia internasional sangat terbuka," katanya.
Menurut dia, baru sebagian kecil masyarakat yang sudah bisa memanfaatkan peluang tersebut dan hal itu tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam 10 tahun terakhir ekonomi masyarakat yang kreatif bisa sejahtera dengan keberadaan Borobudur.
Umar Chusaeni mengakui sumber daya manusia di Borobudur bermacam-macam dan kebanyakan secara umum masyarakat lebih berpikir langsung, yakni mendapat duit langsung dari Borobudur, seharusnya tidak begitu.
Ia mengatakan bahwa karya seni rupa yang diproduksi berkaitan dengan Candi Borobudur langsung mungkin mencapai ratusan karya. Di KSBI yang beranggotakan 30 orang mungkin sudah menghasilkan sekitar 500 karya yang memang sumber inspirasinya langsung dari Candi Borobudur.
Sebetulnya apa yang diproduksi itu juga tidak semua menggambarkan Borobudur secara langsung. Jadi, wujudnya itu bisa dalam berbagai karya seni ada yang surealisme, abstrak, dan lainnya, tetapi sumber inspirasi dari karya itu sendiri hampir 90 persen karena Borobudur.
Konsistensi Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo mengatakan bahwa Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang bangsa Indinesia yang sudah diakui oleh dunia, baik kehebatan arsitekturnya maupun keunikannya tidak ditemukan di tempat lain.
Oleh karena itu, siapa yang harus menjaga melestarikannya kalau bukan generasi penerus bangsa ini.
Berita Terkait
-
Borobudur Marathon 2025 Diikuti Peserta dari 38 Negara, Perputaran Ekonomi Diprediksi Di Atas Rp73 M
-
Sinergi InJourney & Kementerian Kebudayaan Kelola Candi Borobudur: Pariwisata Berbasis Budaya
-
Kabar Gembira! Wisata Borobudur Sunrise Kembali Dibuka
-
Dikunjungi Presiden Prancis, Ini Andil Brantas Abipraya Revitalisasi Borobudur
-
Saat Emmanuel Macron Ungkap Kekagumannya pada Candi Borobudur
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
-
5 Sampo Herbal untuk Menebalkan Rambut Tipis Tanpa Transplantasi
-
5 Contoh Teks MC Acara Isra Miraj 2026 yang Mudah Dipahami dan Dipraktikkan
-
5 Lipstik Satin Lokal yang Cocok untuk Cool Undertone, Bikin Wajah Lebih Cerah
-
Tips Memilih Sepatu Jalan Nyaman untuk Orang Tua, Ini 5 Rekomendasi yang Gak Bikin Pegal
-
Benarkah Aurelie Moeremans Pernah Menikah dengan Roby Tremonti?
-
45 Tema Isra Miraj 2026 untuk Sekolah: Inspirasi Spiritual yang Relevan di Era Digital
-
Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?
-
5 Cat Rambut Uban yang Halal dan Wudhu Friendly, Lebih Alami dan Aman Buat Salat
-
Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans