- Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan udara Israel-Amerika Serikat pada hari Sabtu, 28 Februari.
- Khamenei menolak pindah ke bunker atau luar kota Teheran meskipun telah didesak Garda Revolusi Iran.
- Abdul Majid Hakim Ilahi mengungkapkan Khamenei meninggal di kantornya bersama istri dan beberapa kerabat dekatnya.
Suara.com - Detik-detik terakhir kehidupan Ayatollah Ali Khamenei, sebelum wafat dalam serangan udara Israel-Amerika Serikat, Sabtu (28/2) akhir pekan lalu, akhirnya terungkap.
Perwakilan resmi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei di India, Abdul Majid Hakim Ilahi, mengungkapkan Garda Revolusi sebenarnya telah memaksa sang imam untuk masuk ke dalam bunker.
Abdul Majid saat wawancara dengan media-media India, Minggu (1/3) malam mengatakan, Ali Khamenei menolak tawaran tersebut.
Begitu pula ketika Garda Revolusi Iran memohon kepada Ali Khamenei agar ia mau dipindahkan ke luar Kota Teheran, ia menolaknya.
"Ayatollah Khamenei berada di kantornya, dan beberapa kali petugas keamanan memintanya untuk pindah dari kantornya ke kota lain, tetapi dia menolak," kata Abdul Majid, dikutip hari Senin (2/3/2026).
Para pengawal terus memohon kepada Ali Khamenei agar selamat. Dia akhirnya mau menuruti permintaan itu asal mereka bisa memenuhi satu syarat.
"Dia berkata, ‘Jika kalian bisa memindahkan 90 juta warga Iran ke kota lain, saya akan pindah setelah itu.’" kata Abdul Majid menirukan perkataan Ali Khamenei.
"Petugas keamaan juga memintanya pindah ke bunker, ‘Kami akan menyediakan ruang bawah tanah agar Anda aman,’ tetapi dia berkata, ‘Jika kalian bisa menyediakan dan membangun ruang bawah tanah untuk semua warga Iran, saya akan ikut…’" ungkap Abdul Majid menirukan perkataan sang pemimpin.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika fajar menyingsing. Tanpa peringatan lebih lanjut, wilayah di sekitar kantor sang pemimpin menjadi target serangan udara masif.
Baca Juga: Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
Berdasarkan keterangan Abdul Majid, serangan tersebut dilakukan oleh kekuatan militer asing yang selama ini memang berada dalam posisi konfrontatif dengan Republik Islam Iran.
“Dia tetap berada di kantornya, di rumahnya, dan di pagi harinya, pesawat rezim Zionis dan Amerika menyerang kantornya. Dia, istrinya, menantunya, dan beberapa keponakannya meninggal dunia...." tutup Abdul Majid.
Tag
Berita Terkait
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
Niat Prabowo Jadi Juru Damai Iran dengan AS-Israel Diragukan: Misi "Bunuh Diri Politik"
-
Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan 3 Opsi Darurat
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
-
Konflik Iran-Amerika, Atlet dan Ofisial Anggar Timur Tengah Tertahan di Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?
-
Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?
-
Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
HUT ke-70, Danamon Terus Hadir Menemani Berbagai Fase Kehidupan Nasabah Lintas Generasi
-
Lebih Sehat dan Aman di Perut, Ini 4 Macam Ragi Alami untuk Membuat Roti
-
Dari Iseng Main CDID, Cdidel Kini Bangun Komunitas Lewat Live Streaming TikTok