Menurut dia, para pengunjung harus benar-benar mau menghargai sebagai warisan karya nenek moyang sendiri dengan cara ikut menjaga jangan justru melakukan tindakan yang bisa mengancam kelestarian bangunan candi itu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, kata dia, kalau berkunjung ke Candi Borobudur jangan hanya sekadar "fun", hanya berebut sampai ke puncak, begitu sampai di puncak hanya akan melihat pemandangan. Padahal, di Candi Borobudur itu banyak hal yang bisa dipelajari dari kandungan pesan reliefnya.
Ia menuturkan bahwa latar belakang sejarahnya memang Buddha yang pada waktu itu belum muncul agama lain. Waktu itu di sini hanya ada agama Hindu dan Buddha. Maka, yang dihasilkan dengan latar belakang agama saat itu.
Akan tetapi, ada ajaran atau pesan-pesan yang sifatnya universal, antara lain bagaimana manusia itu harus jujur, berani bekorban, dan disiplin.
Kalau dilihat dari cara pembangunan Candi Borobudur, kata dia, ada konsistensi, dalam artian tidak mungkin Candi Borobudur dibangun dalam satu generasi.
"Kami contohkan, bagaimana generasi orang tua baru membuat fondasinya, kemudian dengan konsisten generasi berikutnya mau meneruskan sampai kemudian terjadi bangunan candi seperti itu," katanya.
Candi Borobudur diperkirakan dibangun dalam empat tahap yang terdiri atas tiga hingga empat generasi.
"Ini namanya konsistensi pembangunan, hal itu seharusnya dicontoh pada masa-masa sekarang dan masa yang akan datang, ada konsistensi pembangunan. Kalau tidak ada konsistensi, saya yakin tidak akan terjadi bangunan candi tersebut," katanya.
Ia mengatakan bahwa konsistensi pembangunan itu menunjukkan bagaimana pada saat itu hebatnya manajemen sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya bahan, dengan menghasilkan bangunan seperti itu.
Menurut dia, perencanaannya matang sekali dan berlanjut meskipun memang kemudian selama pembangunannya kemudian ada perubahan di bagian kaki, yakni ada penambahan bangunan kaki.
"Sekalipun tambahan kaki itu tidak sesuai dengan rancangan awal, tetapi ini justru menunjukkan generasi penerusnya ini punya tanggung jawab yang konsisten sampai dengan membuatkan kaki tambahan itu. Waktu itu pembangunan sudah selesai tanpa kaki, tetapi waktu itu entah zaman anak atau cucunya kemudian melihat kalau candi seperti ini nanti akan gampang runtuh kemudian ada tambahan bangunan kaki," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda
-
Prosesi Sakral Pengambilan Api Dharma Waisak Digelar di Mrapen
-
Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Ulasan Novel Lalita, Menelusuri Jejak Sejarah 1965 di Balik Candi Borobudur
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda