Suara.com - Masyarakat Cina mengaku belum banyak mengenal Indonesia secara menyeluruh, dan sangat ingin berkunjung ke Indonesia, terutama ke tempat-tempat wisata.
"Kami belum mengenal banyak tentang Indonesia, kami hanya tahu sekilas. Oleh karena itu, kami sangat tertarik untuk berlibur ke sana," kata Zhang, warga Beijing, di sela "Pasar Indonesia", Minggu (28/8/214).
Sementara Liu Jing mengaku baru mengenal Indonesia saat berlibur ke Bali pada sebulan silam.
"Bali sangat indah, dan saya baru tahu Bali bagian dari Indonesia, indah. Saya ingin berkunjung ke tempat menarik lain di Indonesia," katanya.
"Pasar Indonesia" digelar di Taman Ritan, Beijing serangkaian peringatan 69 tahun kemerdekaan Indonesia. Kegiatan yang digelar Garuda Indonesia Beijing itu menampilkan gerak tari Indonesia dan Cina, seperti tari Saman (Aceh), Barong (Bali), dan tari Barongsai (Cina).
Tidak hanya itu, "Pasar Indonesia" juga menampilkan produk kerajinan tradisional Indonesia, batik, dan makanan serta minuman olahan Indonesia.
Disemarakkan pula dengan kuis tentang serba-serbi Indonesia, lomba mewarnai, dan "cooking class" kuliner nusantara untuk para jurnalis asing.
"Tujuan dari kegiatan ini memang untuk lebih mempromosikan Indonesia, sabagai salah satu daerah tujuan wisata menarik, serta tentunya mempromosikan maskapai nasional Indonesia Garuda," kata Manajer Umum Garuda Indonesia Beijing Asa Perkasa.
Ia mengatakan, "Tidak hanya Indonesia yang belum dikenal baik oleh calon turis Cina, tetapi maskapai Garuda Indonesia pun masih relatif belum dikenal banyak oleh masyarakat Cina. Mereka tidak tahu bahwa ada Garuda Indonesia yang memiliki penerbangan langsung ke Indonesia. Ini tantangan tersendiri." Selain karena usia Garuda Indonesia yang belum lama beroperasi di Tiongkok, juga dikarenakan masyarakat Tiongkok tidak mementingkan kemana tujuan wisata mereka di mancanegara dan menggunakan maskapai apa.
"Yang penting bagi mereka bisa berlibur ke luar negeri, ke mana pun itu dengan harga tiket yang murah. Hal ini terjadi, terutama di kalangan masyarakat kolot Cina. Namun, kalangan muda sudah memiliki kriteria yang jelas ke mana tujuan liburan mereka dan dengan menggunakan maskapai apa. Indonesia, utamanya Garuda Indonesia, harus lebih mempromosikan diri untuk menangkap peluang tersebut," tutur Asa Perkasa.
Saat ini Garuda Indonesia melayani jalur penerbangan langsung Beijing-Jakarta-Bali (pulang pergi), Shanghai-Jakarta (p.p.), Guang Zhou-Jakarta (p.p.), Hong Kong-Jakarta (p.p.), dan Taiwan-Jakarta (p.p.).
Khusus penerbangan dari Beijing saat "low season" penerbangan dilakukan lima kali sepekan, sedangkan saat "high season" penerbangan dilayani setiap hari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia Hadapi Hampir 5.000 Bencana per Tahun, EDRR 2026 Dorong Teknologi Jadi Aksi Nyata
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci