Suara.com - Waktu makan siang telah lewat, ketika saya tiba di restoran "HOpeTOWN Kitchen & Tea Room" di kawasan Kuningan Jakarta Selatan pertengahan Agustus lalu. Sebagian meja yang ada tampak kosong. Beberapa pengunjung yang masih tertinggal, tampaknya sudah menyelesaikan makan siang mereka, dan bersiap meninggalkan restoran yang cukup luas ini.
Tak ada yang mencolok dari restoran vegetarian yang menempati lantai dasar Gedung Permata Kuningan ini. Sekumpulan kursi berwarna cokelat terang mengisi sebagian besar ruang yang tersedia. Sebuah dapur besar berhiaskan ornamen logam menjadi latar belakang interior ini.
Tapi restoran yang berdiri sejak Oktober tahun ini tetap diminati, terutama di kalangan vegetarian. Ya menjadi vegetarian di Jakarta memang tak mudah. Tetapi Hopetown menawarkan apa yang mereka cari, makanan sehat yang sama sekali tak terkontaminasi unsur hewani termasuk terasi dan bawang putih.
Hopetown menawarkan menu vegetarian lacto-ovo, sebagai pengganti daging. Di daftar menunya saya menemukan berbagai masakan yang sudah akrab di Indonesia seperti bakso, sate bihun goreng, nasi kuning. Tak ketinggalan tentunya berbagai masakan khas Indonesia yang berbahan sayuran seperti gado-gado dan karedok.
Sedangkan di daftar makanan Barat tersedia pizza, pasta dan sandwich yang disajikan dengan daging imitasi.
Sementara di jajaran 'tea room' yang disebutkan di nama, diwujudkan dalam tawaran beberapa teh premium, termasuk teh hitam. Selama ini memang teh hitam disebut bagus untuk kesehatan. Juga tersedia beberapa jenis tappas.
Dalam kesempatan itu saya berkesempatan mencicipi dua makanan signature Hopetown, yakni nasi bakar (mewakili makanan asia) dan pizza vegetarian (mewakili pasta). Sedangkan untuk minumnya, awak Hopetown merekomendasikan 'Lychee ice tea.
Nasi bakar yang pertama hadir, tampak menawan dalam bentuk nasi dibungkus daun pisang yang dibakar. Sebagai pendampingnya ada kering tempe, rendang, kentang. Sayang, hari itu pihak dapur tampaknya kurang teliti menangani masakan ini, sehingga makanan ini tak bisa lagi dikonsumsi.
Sebagai gantinya, akhirnya pihak restoran menawarkan 'nasi campur. Secara umum tampilan tak jauh berbeda, hanya nasinya yang kini diganti dengan nasi merah putih. Dan di antara lauknya saya menemukan sate tahu dan tempe plus rendang jamur yang teksturnya sangat persis dengan daging sapi. Salah seorang kru Hopetown, Sani mengatakan jamur pengganti daging lebih baik daripada menggunakan gluten lain. Karena gluten lebih sulit bagi perut untuk mencerna.
Vegetarian pizza yang muncul belakangan tak kalah menggoda. Pizza itu tipis dengan topping sayuran, jamur sebagai pengganti daging. Rasanya, hhmmm layak mendapat acungan jempol.
Ide menyediakan pengganti daging, bukan menciptakan hidangan vegetarian yang tidak 'berpura-pura" mengandung daging, dimaksudkan agar makanan di Hopetown tetap akrab dengan lidah mereka yang non-vegetarian sehingga mereka tertarik mencobanya.
"Hopetown memang tidak hanya ditujukan untuk mereka yang vegetarian, tetapi untuk semua orang yang ingin hidup sehat," jelas Rudi Kencono, Marketing Hopetown.
Makanan di Hopetown memang tidak bisa dikatakan spektakuler, tapi cukuplah memenuhi tujuannya sebagai makanan sehat, tak hanya bagi para vegetarian. Sedangkan untuk mereka yang non-vegetarian tak ada salahnya mencoba makanan sehat ini. Apalagi harganya cukup ramah dengan isi kantong. Untuk minuman harganya berkisar antara Rp21-28 ribu sedangkan untuk makanan dibanderol Rp30-85 ribu.
"Kami memang ingin menanamkan paham kepada kaum muda, bahwa makanan sehat itu tak harus mahal. Harganya masih terjangkau," papar Rudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast