Sebuah laporan terbaru yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 42 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami obesitas, dan diperkirakan 84 persen dari remaja di dunia tidak cukup melakukan olah raga.
Shanthi Mendis, penulis utama dari laporan Manajeman dan Pencegahan Penyakit Kronis WHO menggambarkan situasi ini "sangat menakutkan", karena sederet penyakit mengancam kesehatan anak-anak ini. Apalagi WHO mencatat setiap tahun ada 16 juta warga dunia mati muda akibat gaya hidup yang tak sehat.
Untuk itu ia mengajak masyarakat global untuk menggeser gaya hidup tak sehat, sehingga pada 2025 angka kematian dini bisa ditekan menjadi seperempat dari angka yang dicatat beberapa tahun terakhir ini.
Mendis menyebut, langkah sederhana dan murah seperti melarang iklan rokok dan minuman beralkohol serta pengenaan pajak pada makanan dan minuman yang banyak mengandung garam dan tinggi kafein, telah terbukti sukses di berbagai negara.
Di Turki, misalnya, larangan iklan produk rokok yang dikombinasikan dengan kenaikan harga yang signifikan dan peringatan kesehatan telah mendorong angka perokok di negara itu turun hingga 13,4 persen sejak tahun 2008. Sementara di Hungaria, penerapan pajak pada komponen makanan dan minuman yang tidak sehat menurunkan angka penjualan hingga 27 persen.
Namun demikian, masih banyak negara yang belum sepenuhnya sadar dengan hal ini dan sangat jauh dari target yang disasar WHO pada tahun 2025. Untuk itu WHO mengingatkan konsekuensi yang akan dihadapi akibat sikap lamban yang diambil.
"Ketika orang-orang jatuh sakit dan mati di puncak kehidupan mereka, produktivitas akan menurun. Dan biaya pengobatan dapat menghancurkan ekonomi," demikian pernyataan WHO.
WHO memperkirakan jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk memperbaiki situasi, pada dekade berikutnya gaya hidup tak sehat akan menyedot 7 triliun dolar dari dana yang beredar di ekonomi global (news.com.au)
Berita Terkait
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga
-
Para Ahli Gizi Indonesia Dorong Inovasi Program Hidup Lebih Sehat
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?
-
Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
-
4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih
-
Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas
-
Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar
-
5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt
-
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?