Suara.com - Pasangan manapun tentu tidak ada yang berniat untuk berpisah setelah mengikat janji sebagai suami istri. Namun, seorang ahli biologi dari Amerika mengungkapkan kecenderungan pasangan untuk bercerai setelah beberapa tahun hidup bersama sebagai pasangan.
Helen Fisher, peneliti dari Rutgers University mengatakan bahwa telah mempelajari apa yang disebut "7 tahun gatal" dimana sering dialami sebagian pasangan. Fisher memulai penelitiannya dengan studi data global dimana ia menemukan bahwa perceraian sering terjadi di usia yang tepat untuk melahirkan dan merawat buah hati. Biasanya terjadi saat lelaki berusia 25-29 tahun, sedangkan wanita berusia 20-24 tahun.
Berbicara mengenai organisme secara keseluruhan, didapati bahwa hanya 25 persen dari semua spesies primata yang monogami, pada mamalia jumlahnya bahkan hanya 5 persen. Pada manusia zaman pemburu dan pengumpul, perempuan digunakan untuk bereproduksi atau dengan kata lain melahirkan keturunan lalu merawatnya hingga usia empat tahun. Dalam usia anak yang masih dini tersebut, orangtua bisa memilih pasangan baru untuk kembali bereproduksi.
Menurut Fisher, memilih pasangan baru bisa menjadi sarana untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka.
"Anak-anak yang lahir dari pasangan yang berbeda membentuk keturunan yang lebih beragam dan lebih banyak kemampuan yang dimiliki," ujarnya.
Dengan demikian alasan cerai manusia saat ini di usia ke-empat hingga ke-tujuh pernikahan merupakan peninggalan zaman dahulu. Dengan memahami sifat manusia ini akan membantu kita untuk mengantisipasi momen krusial di periode ke-4 hingga ke-7 pernikahan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan Brigham Young University di Amerika Serikat menunjukkan bahwa puncak kebahagiaan pasangan yang telah menikah setelah 7 tahun pernikahan tidak sepenuhnya benar. Mereka menyebut bahwa kekayaan keluarga yang mulai menguap setelah tujuh tahun hidup bersama meningkatkan risiko perceraian.
Namun, beberapa ilmuwan AS memiliki pendapat lain. Menurut mereka, momen pernikahan paling rapuh terjadi setelah 10 tahun hidup bersama. Jika pasangan telah melewati rintangan hidup bersama-sama hingga tahun ke 10, maka kemungkinan mereka untuk hidup bersama selamanya lebih tinggi.
Kesimpulan ini didapat setelah survei yang dilakukan pada 2000 perempuan yang lahir antara tahun 1957 hingga 1964.
Para responden mengungkapkan sikap mereka terhadap pernikahan yang telah dijalani hampir 35 tahun. Ternyata kebanyakan perempuan menganggap bahwa hal yang bahagia dari hubungannya dengan pasangan terjadi setelah 10 tahun menikah.
Menurut peneliti hal ini disebabkan karena beban berat yang harus dijalani istri untuk mengandung hingga merawat anak-anaknya sebelum tahun ke 10 pernikahan. Sementara itu, gairah seks kepada suami tak terpikirkan di benak mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan