Suara.com - Hasrat belanja kadang sulit dilepas oleh banyak perempuan. Bahkan kebiasaan ini dipercaya dapat membuat suasana hati perempuan menjadi lebih baik. Mungkin ini alasan mengapa banyak perempuan yang stres melarikan diri dengan berbelanja.
Dan, tahukah Anda ketika sedang masa ovulasi, perempuan akan lebih 'ganas' berbelanja. Fakta ini dikemukakan oleh ilmuwan dari Universitas Texas, AS setelah meneliti kebiasaan belanja dari lebih 500 perempuan berusia 18-40 tahun.
Mereka menjelaskan bahwa ada perbedaan yang jelas dari jumlah pembelanjaan dengan siklus biologis seorang perempuan. Penelitian itu menunjukkan bahwa selama proses ovulasi, nafsu belanja perempuan melonjak yang ditandai dengan meningkatnya keinginan mereka berbelanja di toko.
Christina Durante, peneliti yang menyusun laporan penelitian itu menjelaskan bahwa fenomena ini berjalan seperti seorang nelayan yang sedang mengatur jaring di laut.
"Mereka pergi ke toko untuk membeli berbagai produk selama ovulasi," ujarnya.
Selama periode tersebut perempuan ingin memiliki banyak teman. Sebelumnya, para ilmuwan juga mengungkap ovulasi juga mempengaruhi perempuan dalam memilih lelaki. (geniusbeauty.com)
Tag
Berita Terkait
-
Warga RI Mulai Cemas! Keyakinan Ekonomi Juli 2026 Turun, Cicilan Malah Naik
-
Tak Cuma Buat Belanja, Sistem Pembayaran Digital Kini Menyentuh Layanan Publik
-
Paket Ringan Kian Mendominasi Belanja Online, Konsumen Kini Makin Selektif Memilih Layanan Kirim
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?
-
Wacana Penghapusan Batas Defisit 3 Persen Berhembus Kencang Jelang Nota Keuangan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman