Dan Price saat menerima penghargaan (Flickr)
Stres keuangan berdampak buruk bagi bisnis. Hasil penelitian bank sentral Amerika, Federal Reserve pada 2010 memperkirakan bahwa biaya yang ditanggung pemberi kerja karena hal ini rata-rata mencapai 5.000 dolar per karyawan per tahun.
Menyadari kondisi ini, Dan Price, pendiri dan CEO perusahaan pembayaran kartu kredit, Gravity Payment baru-baru ini mengusulkan solusi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni menaikkan upah minimum menjadi 70.000 dolar per tahun atau sekitar Rp70 juta per bulan.
The New York Times melaporkan bahwa ia berencana untuk menaikkan gaji ke-120 karyawannya, yang tahun lalu rata-rata mencapai 48.000 dolar per tahun.
Bagaimana kenaikan gaji secara radikal ini bisa dilakukan tanpa menambah biaya untuk klien atau memotong kembali pada layanan?
Price, menurut New York Times, akan memangkas gajinya sendiri dari hampir tujuh digit menjadi sama dengan karyawannya yakni 70.000 per tahun, untuk mengaktualisasikan definisi baru tentang upah minimum.
Price memang tak berlebihan dengan gaya hidupnya. Lelaki yang masih mengendarai Audi berumur 12 tahun ini juga berencana untuk mengalokasikan sebagian besar laba perusahaan (sekitar 2,2 juta dolar) untuk menggaji karyawan.
Ia menegaskan kesejahteraan karyawan lebih penting ketimbang untuk membayar ceknya sendiri. Rencana ini muncul setelah Price berbicara dengan beberapa teman-temannya yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan gaji 40.000 per tahun.
"Mereka akan "menjelaskan kenaikan sewa kejutan atau mengganggu utang kartu kredit," katanya kepada New York Times.
Price terjun ke dunia usaha pada usia 19 ketika ia memulai Gravity Payment dari kamar asramanya di Seattle Pacific University, dan tahun lalu ia meraih Entrepreneur of the Year untuk keberhasilan bisnis yang luar biasa.
"Kami inovatif dalam arti bahwa kita tidak melakukan hal-hal dengan cara yang mudah," ujarnya dalam wawancara dengan Young President's Organization setelah menerima penghargaan itu. (businessinsider.co.id)
Menyadari kondisi ini, Dan Price, pendiri dan CEO perusahaan pembayaran kartu kredit, Gravity Payment baru-baru ini mengusulkan solusi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni menaikkan upah minimum menjadi 70.000 dolar per tahun atau sekitar Rp70 juta per bulan.
The New York Times melaporkan bahwa ia berencana untuk menaikkan gaji ke-120 karyawannya, yang tahun lalu rata-rata mencapai 48.000 dolar per tahun.
Bagaimana kenaikan gaji secara radikal ini bisa dilakukan tanpa menambah biaya untuk klien atau memotong kembali pada layanan?
Price, menurut New York Times, akan memangkas gajinya sendiri dari hampir tujuh digit menjadi sama dengan karyawannya yakni 70.000 per tahun, untuk mengaktualisasikan definisi baru tentang upah minimum.
Price memang tak berlebihan dengan gaya hidupnya. Lelaki yang masih mengendarai Audi berumur 12 tahun ini juga berencana untuk mengalokasikan sebagian besar laba perusahaan (sekitar 2,2 juta dolar) untuk menggaji karyawan.
Ia menegaskan kesejahteraan karyawan lebih penting ketimbang untuk membayar ceknya sendiri. Rencana ini muncul setelah Price berbicara dengan beberapa teman-temannya yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan gaji 40.000 per tahun.
"Mereka akan "menjelaskan kenaikan sewa kejutan atau mengganggu utang kartu kredit," katanya kepada New York Times.
Price terjun ke dunia usaha pada usia 19 ketika ia memulai Gravity Payment dari kamar asramanya di Seattle Pacific University, dan tahun lalu ia meraih Entrepreneur of the Year untuk keberhasilan bisnis yang luar biasa.
"Kami inovatif dalam arti bahwa kita tidak melakukan hal-hal dengan cara yang mudah," ujarnya dalam wawancara dengan Young President's Organization setelah menerima penghargaan itu. (businessinsider.co.id)
Komentar
Berita Terkait
-
A Shop for Killers 2 Siap Tayang Juli, Jeong Ji An jadi CEO Baru Murthehelp
-
Perusahaan Tambang Tiarap Akibat Ketidakpastian Kebijakan, Astra UD Trucks Fokus ke Pasar Logistik
-
Astra UD Trucks Tegaskan Komitmen pada Kelestarian Lingkungan di Boja Farm
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
5 Drama China dengan Trope CEO Dingin Jatuh Cinta, Ada Once We Get Married!
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kapan Harus Ganti Bantal? Ini Tanda Sudah Kedaluwarsa
-
4 Cara Mudah Mengusir Tikus dari Rumah, Tak Perlu Racun!
-
5 Serum yang Bikin Wajah Glowing dan Plumpy Menurut Review Pengguna, Mulai Rp20 Ribuan
-
Belanja Sambil Jajan Kuliner Jepang? Pengalaman Ini Kini Bisa Dinikmati di Jakarta Utara
-
Fenomena Dating App Fatigue, Ketika Mencari Cinta Justru Berakhir Melelahkan
-
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove
-
Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu
-
Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama
-
Anak Hasil Hamil di Luar Nikah Nasabnya ke Siapa? Ini Pandangan Ulama dan Hukum Indonesia
-
Profil Eka Rismayanti dan Radiansyah, Pasutri Owner WO Marwah yang Tipu 58 Calon Pengantin